Ade Armando Muncul, Cerita Pengeroyokan di Demo 11 April

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 19:26 WIB
Disebut Kebal Hukum, Ade Armando Laporkan Balik Fahira Idris
Foto: Ade Armando (Samsuduha/detikcom)
Jakarta -

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando sudah pulih akibat insiden pengeroyokan saat unjuk rasa 11 April lalu. Tampak sudah dalam keadaan normal, Ade kini menceritakan pengalaman pahitnya.

Ade mengawali ceritanya saat dia dihujani pukulan dan tendangan pengeroyok. Ade mengaku kepalanya menjadi sasaran utama.

"Ketika terjadi pengeroyokan itu, yang sebenarnya jadi sasaran utama itu adalah kepala saya," kata Ade dalam YouTube Cokro TV, Minggu (15/4/2022). Dihubungi detikcom, Ade Armando sudah mengizinkan pernyataannya dikutip.

Kedua tangannya lantas melindungi wajah. Namun, kepala bagian atas dan belakangnya bak samsak terbuka bagi para pelaku. Begitu pula pada bagian tubuh lainnya yang tak bisa ia lindungi, seperti perut, punggung.

"Kalau kepala depan masih saya tutupi dengan kedua tangan saya, tapi kepala bagian atas dan belakang itu jadi sasaran utama tendangan-tendangan," kisahnya.

Dia bersyukur timnya dan sejumlah orang di lokasi berusaha melindunginya. Meski berondongan pukulan dan tendangan terhadap Ade tetap tak terbendung.

"Sejak awal saya ingat tim saya itu memang betul-betul juga pasang badan menyelamatkan saya. Namun mereka terlempar karena memang pengeroyok itu demikian brutalnya," sambungnya.

Tak lama, dia menyebut aparat kepolisian datang menolongnya. Aparat kemudian memecah segerombol pengeroyok dan membawa Ade menjauh dari massa. Dia berterima kasih kepada rekan-rekan, mahasiswa, jurnalis, dan polisi yang membantu menyelamatkannya saat kejadian nahas itu.

"Tapi yang perlu dicatat, yang dilakukan oleh polisi itu luar biasa. Mereka (polisi) memang nggak sadar karena terjadinya saat polisi mendorong mahasiswa untuk pulang kan. Mereka jadi sempat tidak melihat tapi karena teman-teman teriak, ada juga seorang teman jurnalis lainnya yang minta agar polisi segera turun tangan, mereka betul-betul mendobrak tuh, untuk menyelamatkan saya," katanya.

"Seperti yang dikatakan dokter, terlambat 5-10 menit ini bisa lebih fatal," imbuhnya.

Setelahnya, Ade dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan. Kata Ade, dokter yang merawatnya menyebut dia beruntung karena tak mengalami kerusakan parah di bagian otak. Namun, Ade diminta tetap melanjutkan pemulihan lantaran masih ada genangan darah di bagian otak.

"Dokter bilang bahwa otak Anda ini kuat, sudah ditendang-tendang begitu seharusnya (kerusakannya) bisa lebih buruk dari ini. Mungkin nggak seperti sediakala jadi ada namanya persoalan ini, genangan darah. Ada darahlah di otak saya itu," sebutnya.

Di tengah cerita, Ade menyelipkan fakta unik yang dia syukuri. Ihwalnya, dia disebut oleh dokter bisa selamat karena berpostur gemuk.

"Dokternya bilang saya bisa selamat seperti itu karena saya gemuk, ternyata ada untungnya juga jadi orang gemuk," kata Ade.

"Jadi rupanya yang ditendang oleh para pengeroyok adalah daging, bukan tulangnya," imbuh dia.

Sebelumnya, Ade menjadi korban pengeroyokan saat aksi menolak penundaan pemilu dan '3 periode' di depan gedung DPR/MPR pada 11 April 2022. Tak hanya itu, pakaian Ade juga sempat dilucuti saat dirinya sudah dalam keadaan tak berdaya. Pengeroyokan terhadap Ade kemudian menjadi peristiwa yang santer dibicarakan usai aksi itu digelar.

Simak juga Video: Martir Ade Armando dan Tudingan Islamofobia

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)