Nasib 6 Pengeroyok Ade Armando Ditentukan Hakim PN Jakpus Siang Ini

ADVERTISEMENT

Nasib 6 Pengeroyok Ade Armando Ditentukan Hakim PN Jakpus Siang Ini

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 14:04 WIB
Ade Armando usai diperiksa polisi (Samsudhuha-detikcom)
Ade Armando (detikcom)
Jakarta -

Enam terdakwa didakwa melakukan pengeroyokan sehingga menyebabkan luka pada Ade Armando. Keenam terdakwa pun mengajukan nota keberatan atau eksepsi dan nasib sidang keenam pengeroyok itu akan ditentukan hari ini oleh majelis hakim.

Dilansir SIPP Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2022), sidang digelar siang ini dengan agenda putusan sela atas eksepsi terdakwa. Enam terdakwa itu adalah Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhannad Bagja.

Jaksa penuntut umum Andri Saputra mengatakan sidang dimulai pukul 13.00 WIB. Namun, hingga saat ini sidang belum dimulai.

Dakwaan Marcos Iswan dkk

Marcos Iswan dkk didakwa melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan luka kepada Ade Armando. Jaksa mengatakan Ade Armando dikeroyok di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 11 April 2022 sekitar pukul 15.00 WIB.

"Bahwa para terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang menyebabkan orang luka pada tubuhnya atau menghancurkan barang-barang," bunyi surat dakwaan jaksa yang dibacakan di PN Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022).

Jaksa mengatakan keenam terdakwa itu datang ke DPR RI untuk mengikuti aksi mahasiswa untuk menolak kenaikan harga BBM dan menolak masa jabatan presiden tiga periode. Jaksa mengatakan enam terdakwa itu berasal dari Partai Masyumi.

"Bahwa setelah mengetahui adanya aksi unjuk rasa tersebut maka para terdakwa berjumlah 6 (enam) orang berasal dari partai Masyumi, dan bermaksud ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut dengan tuntutan yang sama, akan tetapi bukan merupakan bagian dari kelompok Mahasiswa yang mendapatkan izin atau yang telah memberitahukan kepada pihak keamanan untuk melakukan aksi unjuk rasa tersebut," ujar jaksa.

Jaksa menyebut enam terdakwa ini sudah saling mengenal dan bergabung di Partai Masyumi. Sebelum berangkat ke gedung DPR, mereka juga sudah janjian untuk berangkat bersama ke Gedung DPR.

Sesampainya mereka di gedung DPR pukul 13.00 WIB gedung DPR masih sepi, kemudian pukul 14.00 WIB massa aksi sudah mulai berdatangan dan melakukan orasi. Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB ketika para mahasiswa yang melakukan aksi demo dan melakukan orasi sudah selesai bahkan sudah ada sebagian yang membubarkan diri, namun tiba-tiba ada massa aksi unjuk rasa yang bukan kelompok Mahasiswa melempari mobil komado dengan menggunakan botol minuman dan saling dorong mendorong sehingga situasi saat itu ricuh.

"Di tengah kericuan itu ada suara massa yang berteriak-teriak mengatakan 'ITU ADE ARMANDO,...ADE ARMANDO..,KROYOK, setelah mendengar teriakan tersebut para terdakwa yang pada saat itu belum membubarkan diri dari lokasi aksi unjuk rasa tersebut walaupun sudah diperintah untuk membubarkan diri dari pihak keamanan, kemudian setelah melihat saksi korban ADE ARMANDO yang berjalan melewati para terdakwa maka para terdakwa secara bersama-sama melakukan kekerasan dengan cara masing-masing terdakwa," papar jaksa.

Simak halaman selanjutnya

Saksikan juga 'Pengacara Minta Provokator Kasus Ade Armando Diproses, Polisi: Fokus Pelaku':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT