ADVERTISEMENT

Sidang Tuntutan Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Ini Alasannya

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 12 Jul 2022 16:46 WIB
Pengacara terdakwa kebakaran Lapas Tangerang, Budi Hariyadi,
Pengacara terdakwa kebakaran Lapas Tangerang, Budi Hariyadi (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Sidang beragendakan tuntutan terdakwa kebakaran Lapas Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang ditunda. Sidang ditunda karena jaksa penuntut umum (JPU) belum siap membacakan tuntutan.

Diketahui, empat terdakwa dari kebakaran Lapas Tangerang ialah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butarbutar. Keempatnya saat kejadian merupakan petugas Lapas Tangerang yang memiliki peran masing-masing.

"Tuntutannya dari kami belum siap masih perlu ada yang dikumpulkan lagi," ujar jaksa dalam sidang, Selasa (12/7/2022).

Hakim kemudian menunda sidang tersebut selama satu pekan.

"Oke, baik, sidang ditunda sampai dengan satu minggu ke depan dengan agenda yang sama tuntutan," jawab ketua majelis hakim, Aji Suryo.

Seusai sidang, jaksa penuntut umum dari Kejari Tangerang, Adib Fachri, memberikan penjelasan. Adib mengatakan ada sejumlah kekurangan data dalam tuntutan, terutama terkait keterangan-keterangan saksi.

"Data keterangan-keterangan saksi yang kemarin kan dari fakta sidang itu sedang kami himpun dalam tuntutan," ucap Adib.

Tanggapan Pengacara

Sementara itu, pengacara keempat terdakwa, Budi Hariyadi, menyebut penundaan sidang merupakan hal biasa. Dia mengaku tidak ada masalah.

"Jadi sidang kali ini adalah harusnya kan pembacaan tuntutan dari jaksa. Tapi karena jaksa belum siap kelihatannya untuk pembuatan tuntutannya jadi mereka berargumen masih mengumpulkan data. Jadi karena mereka belum siap jadi sidang ditunda 1 minggu ke depan," tuturnya.

Dia menjelaskan, terkait kondisi kesehatan fisik dan mental keempat terdakwa sudah diberikan pengertian sebelumnya. Dia mengatakan keempat terdakwa siap mengikuti proses yang berlaku.

"Mau dibikin lama atau cepat kita ikuti karena memang jalurnya sidang seperti itu jika belum siap dipaksakan kan tidak mungkin. Belum siap mental jika sidang ini akan lama atau cepat. Cuman karena memang ini akan tuntutan jadi sebenarnya dia penasaran, tapi karena ditunda, apa boleh buat," tambah Budi.

Budi mengungkapkan sudah menyiapkan alat-alat bukti yang meringankan setelah tuntutan dibacakan oleh JPU terhadap keempat kliennya. Menurutnya, bukti tersebut baru diserahkan sekarang karena memang waktunya baru sekarang.

"Jadi bukti-bukti meringankan ya sebatas ada perdamaian dengan keluarga, pernyataan-pernyataan yang telah dilakukan oleh institusi Dirjen Pemasyarakatan kepada keluarga korban. Dokumen-dokumen bukti bukan saksi. Jadi bukti-bukti Dirjen Pas kepada para korban seperti santunan pemakaman seperti itu. Itu aja. Untuk meringankan karena kita melakukan kewajiban kita aja itu," ungkapnya.

Kebakaran Lapas Tangerang

Sebelumnya, empat mantan petugas Lapas Kelas I-A Kota Tangerang didakwa lalai sehingga menyebabkan kebakaran yang membuat orang lain meninggal dunia. Kebakaran lapas itu berujung tewasnya 49 orang narapidana atau napi.

Keempat terdakwa tersebut adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butarbutar. Suparto, Rusmanto, dan Yoga didakwa dengan Pasal 359 KUHP. Sedangkan Panahatan didakwa dengan Pasal 188 KUHP.

"Barangsiapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan orang lain mati," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaannya dalam persidangan.

Diketahui, kebakaran di Lapas Kelas I-A Tangerang terjadi pada 8 September 2021. Kebakaran bermula di Blok C, yang merupakan hunian untuk narapidana kasus narkoba.

Kala itu, di Blok C terdapat 122 napi kasus narkoba. Sebanyak 40 narapidana tewas di lapas; satu narapidana tewas di ambulans; dan delapan narapidana tewas di RSUD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang.

Luka bakar menjadi penyebab utama napi yang tewas di RSUD. Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, puluhan narapidana mengalami luka-luka.

Dari 49 napi yang tewas, satu orang merupakan narapidana kasus pembunuhan, satu orang narapidana kasus terorisme, dan sisanya narapidana kasus narkoba. Di antara mereka yang tewas, ada dua warga negara asing dan sisanya warga negara Indonesia.

Simak juga 'Viral Pria Timpuk Kaca KRL, Ternyata Alami Gangguan Jiwa':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT