ADVERTISEMENT

Cerita Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang Selamatkan Napi Terkunci di Sel

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 19:43 WIB
Sidang kebakaran lapas Tangerang (Khairul Maarif/detikcom)
Sidang kebakaran lapas Tangerang (Khairul Ma'arif/detikcom)
Tangerang -

Sidang kebakaran Lapas Kelas 1A Tangerang berlanjut hari ini dengan agenda pemeriksaan empat terdakwa. Empat terdakwa diperiksa terkait detik-detik terjadinya kebakaran lapas.

Seorang terdakwa bernama Yoga Wido Nugroho dalam sidang mengungkapkan sempat menyelamatkan narapidana (napi) yang terkunci di dalam sel. Ia memberanikan diri membuka pintu meski kondisinya sangat mengerikan.

"Di blok C2 warna sudah merah. Napi cuma bisa tangannya nempel di sel-sel. Satu-satunya pintu harus dibuka waktu itu belum dibuka. Saya megang kunci memberanikan diri. Jujur saya takut tapi saya mikir lebih takut yang di dalam, mereka harus diselamatkan," ujarnya saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (21/6/2022).

Yoga saat kejadian bertugas sebagai regu jaga 2 yang bertanggung jawab di blok C dan pos 3. Ia berjaga dengan total 12 orang, namun salah satunya sedang izin.

Dalam sidang, Yoga bertugas menghitung jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP), menjaga keamanan blok, dan melaporkan situasi ke atasan. Di blok yang dijaga Yoga, terdapat lebih dari 300 napi.

"Saat malam kejadian saya terlambat mengikuti apel binaan, saat itu dibackup Suparto untuk menghitung WBP. Saat selesai dan lengkap Suparto menyerahkan hasilnya ke saya, saya ikut apel regu. Itu pukul 19.30 WIB. Saya diplot blok C, tidak ada teman piket karena lagi izin saya sendiri," tambahnya.

Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. (ANTARA FOTO)

Ia menjelaskan, sewaktu apel, pintu menuju C2 belum dikunci. Tetapi selesai apel, pintu wajib dikunci. Menurutnya, sekitar pukul 00.00 WIB, pos komandan semua sudah terkunci.

Setelah itu, Yoga memberikan kunci blok C dan menerima kunci pos 3. Ia diperintahkan jika malam hari mengisi pos 3.

"Ke pos 3 pukul 00.30 WIB lewat saya minta dianterin tamping. Sampai pos 3 mengecek dan posisi saya dalam keadaan lapar. Pos 3 di menara. Saya belum sempat naik, niat ke dapur untuk makan lalu balik ke pos. Pas di dapur kejadian terjadi. Kenapa saya tidak lari ke pos, saya lari ke blok C. Saya tahu tadi Pak Suparto lapor ke Pak Rusmanto kalau blok c kebakar. Refleks lari ke blok C nggak ke pos 3. Gerbang belakang tertutup, saya lompat pagar," tutur Yoga.

Yoga menuturkan api membesar di blok C2 yang saat itu dalam keadaan terkunci. Ketika itu, ia sudah tidak lagi memegang kunci blok C2.

"Pintu belum terbuka blok C2 ada yang teriak kunci mana, saya mendengar kunci lagi diambil. Sekitar tidak ada 1 menit kunci diserahkan ke saya dari tamping," ucapnya.

Sebelumnya, empat mantan petugas Lapas Kelas I-A Kota Tangerang didakwa lalai sehingga menyebabkan kebakaran yang membuat orang lain meninggal dunia. Kebakaran lapas itu berujung tewasnya 49 orang narapidana atau napi.

Keempat terdakwa tersebut adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butarbutar. Suparto, Rusmanto, dan Yoga didakwa dengan Pasal 359 KUHP. Sedangkan Panahatan didakwa dengan Pasal 188 KUHP.

"Barangsiapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan orang lain mati," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaannya dalam persidangan.

Diketahui kebakaran di Lapas Kelas I-A Tangerang terjadi pada 8 September 2021 pagi. Kebakaran bermula di Blok C yang merupakan hunian untuk narapidana kasus narkoba.

Kala itu di Blok C terdapat 122 napi kasus narkoba. Sebanyak 40 narapidana tewas di lapas; satu narapidana tewas di ambulans; dan delapan narapidana tewas di RSUD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang.

Luka bakar menjadi penyebab utama napi yang tewas di RSUD. Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, puluhan narapidana mengalami luka-luka.

Dari 49 napi yang tewas, satu orang merupakan narapidana kasus pembunuhan, satu orang narapidana kasus terorisme, dan sisanya narapidana kasus narkoba. Di antara mereka yang tewas, ada dua warga negara asing dan sisanya warga negara Indonesia.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT