Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Eks Kepsek di Tangsel Dinonaktifkan dari PNS

ADVERTISEMENT

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Eks Kepsek di Tangsel Dinonaktifkan dari PNS

Khairul Maarif - detikNews
Selasa, 12 Jul 2022 15:49 WIB
Tersangka kasus korupsi dana PIP di Tangsel (Khairul-detikcom)
Tersangka kasus korupsi dana PIP di Tangsel (Khairul/detikcom)
Tangerang Selatan -

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menonaktifkan status PNS mantan Kepala SMPN 17 Tangsel, Marhaen Nusantara, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. Marhaen sendiri telah ditahan kejaksaan.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, baru kami proses statusnya. Oleh itu tindak lanjut kami sebagai administrasi kepegawaian mungkin dalam penonaktifan sebagai PNS termasuk juga mengikuti dia sebagai Kepsek. Mungkin tahap awal penonaktifan, sambil menunggu nanti keputusan inkrah dan ini sedang berproses di BKSDM," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Deden Deni kepada wartawan, Selasa (11/7/2022).

Deden mengatakan kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia berharap kasus dugaan korupsi serupa tak terjadi lagi.

Dia menyerahkan proses hukum terhadap Marhaen kepada pihak kejaksaan. Deden mengatakan pihaknya menghormati apa pun hasil dari proses penegakan hukum tersebut.

"Lebih hati-hati dalam mengelola kegiatan, apalagi ini bantuan untuk siswa tidak mampu membantu banget supaya lancar sekolah, tidak putus sekolah. Tapi kemarin ini terjadi penyimpangan, seharusnya disampaikan kepada siswa ternyata tidak. Saya kira ini sudah berproses tentu kami juga menghormati asas praduga tak bersalah sambil menunggu keputusan sidang bagaimana nanti berjalan," ujar Deden.

Dia mengatakan Marhaen bisa saja dipecat sebagai PNS. Dia mengatakan Inspektorat juga melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.

"Pertama ketika kasusnya mencuat kami panggil dan diperiksa juga oleh inspektorat, karena statusnya sebelumnya sebagai saksi belum tersangka, sembari kami juga menunggu proses di kejaksaan, maka kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Survei Indikator Sebut 62% Publik Anggap Pemberantasan Korupsi Lebih Baik':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT