Pemprov DKI Terapkan Uji Emisi Jadi Syarat Perpanjangan STNK Mulai Desember

ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Terapkan Uji Emisi Jadi Syarat Perpanjangan STNK Mulai Desember

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 12 Jul 2022 15:38 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta bakal menerapkan ketentuan pemenuhan baku mutu hasil uji emisi sebagai dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor (PKB). Ketentuan itu bakal berlaku mulai Desember 2022.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan pemilik kendaraan yang berusia lebih dari 3 (tiga) tahun dan akan membayar pajak kendaraan wajib memenuhi baku mutu uji emisi.

"Jika tidak lulus uji emisi dan/atau belum melakukan uji emisi dikenakan denda pajak," kata Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (12/7/2022)

Asep menuturkan saat ini pihaknya tengah membahas koefisien denda. Pembahasan dilakukan antara Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, dan pemerintah pusat.

"Koefisien dendanya saat ini sedang dibahas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Kemendagri dan Kemenkeu," ujarnya.

"Kita sedang memformulasikannya bersama oleh Dinas Lingkungan Hidup, Polda Metro Jaya, Badan Pengelola Pendapatan Daerah dan Dinas Perhubungan," sambungnya.

Asep menjelaskan dasar hukum kebijakan ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 206 Ayat 2 (a) yang mengatur bahwa pemenuhan uji emisi diterapkan pada alat transportasi darat berbasis jalan yang telah memasuki masa pakai lebih dari 3 (tiga) tahun dan Pasal 531 poin f bahwa pemenuhan baku mutu hasil uji emisi sebagai dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor untuk unsur pencemar lingkungan diberlakukan 2 (dua) tahun setelah Peraturan Pemerintah ini diundangkan.

Pengetatan ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi merupakan salah satu poin dalam Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Diketahui, sumber polusi terbesar di DKI Jakarta bersumber dari sektor bergerak, yaitu kendaraan bermotor atau transportasi darat.

Simak juga 'Soal Polusi di Jakarta, Anies: Angin Tak Memiliki KTP':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT