ADVERTISEMENT

Jokowi soal MenPAN-RB Pengganti Tjahjo Kumolo: Masih dalam Proses

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 12 Jul 2022 10:06 WIB
Jokowi Bertolak ke Eropa
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan proses pengisian jabatan MenPAN-RB setelah Tjahjo Kumolo meninggal dunia masih dalam proses. Jokowi juga menyatakan saat ini masih dalam suasana duka.

"Belum, masih dalam proses semuanya, kita juga menunggu, masih dalam suasana duka," kata Jokowi kepada wartawan di Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).

Diketahui saat ini Mendagri Tito Karnavian menjadi Menteri PAN-RB ad interim. Tito Karnavian menjadi MenPAN-RB ad interim pada 4-15 Juli 2022.

Penunjukan itu berdasarkan surat B-596/M/D-3/AN.00.03/07/2022 yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara. Tito ditunjuk menjadi pengganti sementara setelah MenPAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7) yang lalu.

Sebelum Tito, MenPAN-RB ad interim dijabat Menko Polhukam Mahfud Md yang menggantikan sementara Tjahjo saat sakit.

Pengganti Tjahjo Kumolo

Sementara itu, sejumlah pihak juga sudah mulai buka suara terkait pengganti Tjahjo Kumolo. Salah satunya PDIP.

PDIP menyampaikan soal pengganti Tjahjo diserahkan kepada Presiden Jokowi karena masih dalam suasana berduka. PDIP mengaku punya stok kader pengganti Tjahjo.

"Siapa pun penggantinya, bagi kita, PDIP kan masih sedang dalam suasana berduka. Jadi kita serahkan kepada Pak Jokowi," kata Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/7).

Terkait apakah kursi MenPAN-RB akan tetap diisi oleh kader PDIP, Djarot mengatakan hal itu bergantung pada keputusan Jokowi dan penugasan dari Ketum Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, pengganti Tjahjo merupakan kader yang telah berpengalaman di dalam tata kelola pemerintahan.

"Ya itu tergantung Pak Jokowi juga, ketum untuk penugasan. Sifatnya penugasan. Kalau you tanya apakah PDIP ada kader? Banyak. Artinya apa, mereka-mereka ini kan harus sudah memahami, sudah punya pengalaman di dalam tata kelola pemerintahan," ujar Djarot.

(knv/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT