Istana Tak Ikut Campur Urusan Hukum Letjen (Purn) Djadja Suparman

ADVERTISEMENT

Istana Tak Ikut Campur Urusan Hukum Letjen (Purn) Djadja Suparman

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Jul 2022 21:40 WIB
Djadja Suparman
Djadja Suparman
Jakarta -

Letnan Jenderal (Purnawirawan) Djaja Suparman bakal segera dipenjara gara-gara kasus korupsi era dahulu. Dia bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Istana merespons bahwa pihaknya tidak ikut campur urusan hukum itu.

Letjen (Purn) Djadja Suparman adalah mantan Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, dia menjabat pada 1997-1998. Kasus yang membuatnya segera dipenjara adalah perkara korupsi soal ruilslag (tukar guling) lahan untuk tol di Jawa Timur. Kasus bermula pada 1998.

Sebagaimana diberitakan detikcom, Djaja Suparman menerima Rp 17,6 miliar dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CNMP) pada awal 1998. Uang itu digunakan untuk membeli tanah 20 hektare di Pasuruan, merenovasi markas batalion di Tuban, dan mendirikan bangunan Kodam Brawijaya di Jakarta.

Sisanya, Rp 13,3 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan. Maka Djaja didakwa korupsi uang negara Rp 13,3 miliar.

Pada persidangan 27 September 2013, ketua majelis hakim Letnan Jenderal Hidayat Manao menyatakan Djaja terbukti melanggar Pasal 1 ayat 1 A juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 dalam dakwaan primer, serta Pasal 1 ayat 1 B Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selanjutnya, Djadja Suparman bersurat ke Jokowi:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT