ADVERTISEMENT

Kerap Picu Banjir, Penampungan Sampah Ilegal di Tangsel Dikosongkan Aparat

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 13:43 WIB
Pengosongan lahan di Tangsel (Rakha-detikcom)
Foto: Pengosongan lahan di Tangsel (Rakha-detikcom)
Tangerang Selatan -

Aparat gabungan dari Polisi, TNI dan Satpol PP melakukan pengosongan lahan yang dipakai sebagai penampungan sampah ilegal di Tangerang Selatan (Tangsel). Penampungan sampah ilegal itu kerap memicu banjir di SMAN 4 Tangsel.

Lahan itu berada di Komplek Pertamina Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Lokasinya tepat berada di belakang SMAN 4 Tangsel.

"Hari ini sesuai dengan permohonan dari pihak Pertamina akan melakukan pengosongan lahan," ujar Kapolsek Ciputat Timur Kompol Yulianto kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

Lahan kosong itu disebut dijadikan tempat penampungan sampah oleh kelompok organisasi masyarakat (ormas). Lahan itu memiliki luas 8 hektare.

"Hasil pembuangan sampah yang mengakibatkan kerugian. Seperti SMAN 4 sekarang banjir, tidak hujan pun banjir mereka," ujar Yulianto.

Selain itu, sampah-sampah tersebut kerap dibakar secara sembarangan. Dia mengatakan truk sampah yang mondar-mandir di sekitar lokasi juga menggganggu aktivitas warga sekitar lokasi.

"Kemudian ada pembakaran sampah. Kemudian ada truk-truk masuk yang lewat jalan-jalan warga mengganggu," ujarnya.

Yulianto menyebut pihak Pertamina dan ormas yang selama ini memakai lahan itu sudah bermusyawarah terkait pengosongan lahan. Dia mengatakan jalur hukum akan diambil jika masih ada pelanggaran.

"Sudah tadi diputuskan pemecahan masalah dengan musyawarah. Tadi kita sudah komitmen dengan Pertamina kalau hari ini mereka akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena merusak lingkungan," ungkap Yulianto.

Coorporate Security PT Pertamina Persero Halilur Rahman mengatakan eksekusi lahan itu dalam rangka menormalisasi lahan milik Pertamina. Proses normalisasi direncanakan dimulai hari ini untuk mencegah banjir.

"Kita akan bekerja menormalisasi aset Pertamina. Mulai hari ini kita tetap bekerja, jadi alat berat bisa masuk. Sehingga kita harapkan ke depan banjir sudah tidak ada, kemudian kotoran sampah diangkut," ucap Halilur.

Dia mengatakan normalisasi lahan ditargetkan rampung dalam 15 hari ke depan.

SMAN 4 Tangsel Banjir Sepekan

Sebelumnya, SMAN 4 Tangsel sempat sepekan kebanjiran. Pihak sekolah sudah berupaya menyedot genangan tapi air belum surut.

"Kita coba sedot, tidak mengurangi juga tapi. Karena debit air balik lagi dari belakang sekolah, ada situ," kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 4 Tangsel, Ibni Afan, saat dihubungi, Rabu (8/6).

Dia mengatakan Situ Rawa Badak yang ada di belakang sekolah tersebut menjadi penampungan air untuk warga setempat dan SMAN 4 Tangsel. Air di situ tersebut lalu seharusnya mengalir ke sungai.

Afan mengatakan sebagai solusi jangka panjang, akan dilakukan normalisasi aliran dari situ ke sungai. Dia berharap tak akan ada banjir lagi setelah normalisasi dilakukan.

"Ada solusi, pihak PU sudah ingin menormalisasi aliran dari situ ke sungai. BPBD juga sepakat itu," ujarnya.

Simak juga 'Secara Umum Cuaca Berpotensi Hujan-Berawan, Cek Info Selengkapnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT