ADVERTISEMENT

Lili Pintauli Absen Sidang Etik Malah ke Bali Tuai Kritik di Sana-sini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 07:06 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat menerima rombongan finalis Puteri Indonesia di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022).
Lili Pintauli Siregar (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Eks Pimpinan KPK Sindir Lili

Absennya Lili di sidang etik disindir oleh mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Saut mengatakan tidak ada koordinasi antara Pimpinan KPK dengan Dewas KPK terkait sidang etik Lili.

Menurutnya, Lili harus menghadiri sidang etik bukan ikut acara G20 ACWG di Bali.

"Pertanyaannya adalah kenapa itu sudah dijadwalkan kemudian kok Dewasnya malah bikin jadwal yang bentrok. Artinya Pimpinan KPK saat ini dengan Dewas nggak ada koordinasi," jelas Saut.

"Inikan acara penting dua-duanya. Yang Bali-nya cukup penting karena menyangkut nama baik Indonesia, yang sidang Dewasnya juga penting. Malah kalau diminta memilih atau merekomendasikan, saya malah berkata LPS itu harus hadir di Dewas KPK dulu," sambungnya.

Eks Pegawai KPK Nilai Lili Harusnya Dipecat

Mantan pegawai KPK yang tergabung dalam Indonesia Memanggil 57+ (IM57+) Institute juga menyoroti absennya Lili. Ketua IM57+ Institute Praswad Nugraha mengatakan hal itu menunjukkan Lili tidak serius dalam penegakan etik.

"Terdapat beberapa prinsip penting yang perlu dipahami publik. Pertama, Lili menunjukkan bahwa bagi dia, isu penegakan etik bukanlah prioritas. Seharusnya Lili malu ketika adanya persidangan etik dengan tuduhan sangat serius malah memilih untuk pergi ke Bali dengan alasan perjalanan dinas yang sebetulnya sangat bisa dilakukan oleh pimpinan lain," kata Praswad dalam keterangan tertulis, Rabu (6/7/2022).

"Kedua, tindak pidananya harus diusut, pengunduran diri maupun pengembalian uang hasil kejahatan korupsi tidak menghapus pidana. Ini menjadi penting karena apapun yang dilakukan Lili seharusnya tidak menghapuskan pertanggungjawaban Lili. Terlebih potensi pasal yang dituduhkan merupakan hal yang jelas pidananya," ujarnya.

Dia mengatakan Lili seharusnya sudah dipecat pada kasus etik sebelumnya. Lili sendiri mendapatkan sanksi pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan di kasus etik sebelumnya.

"Ketiga, kontroversi ini bukanlah yang pertama. Saya tetap konsisten dengan pernyataan saya sebelumnya, bahwa seharusnya Lili sudah dipecat sejak kemarin persidangan kode etik kasus Tanjungbalai dan memang sudah ditunggu-ditunggu publik dia dipecat," jelas Praswad.

"Kasusnya sudah banyak, harusnya dia berpredikat dipecat, bukan mundur. Lanjutkan gelar sidang kode etik dewan pengawas atas kasus Lili, tidak peduli dia mundur atau tidak mundur, jangan sampai ada kompromi dan kesepakatan gelap di balik mundurnya Lili," imbuhnya.

Marwah Dewas KPK disorot, simak halaman selanjutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT