ADVERTISEMENT

Eks Pimpinan KPK Sindir Lili Bicara Integritas di G20: Harusnya Sehat Dulu

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 14:08 WIB
Dua mantan pimpinan KPK mendatangi KPK siang hari ini. Mereka adalah Saut Situmorang dan Taufiqurrahman Ruki. Ada apa keduanya datang ke KPK?
Eks Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar absen dalam sidang etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK karena mengikuti putaran kedua G20 Anti Corruption Working Group (ACWG) 2022 di Bali. Absennya Lili di sidang etik disindir oleh Eks Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Lili diketahui memberikan sambutan saat acara G20 ACWG di Bali pada Selasa (5/7/2022). Lili sempat membahas integritas dan pentingnya acara tersebut untuk melawan kasus korupsi.

"Anda mau aktif di G20, anda kan harus sehat dulu sebelum bertempur di G20. Masuk G20 anda harus benar dulu. Benerin dulu KPK-nya, benerin dulu Indonesia-nya, baru ngomong di G20. G20 negara-negara keren. Kita ada masalah integritas malah kemarin dia bicara integritas di sana," kata Saut saat dihubungi, Rabu (6/7/2022).

Saut mengatakan tidak ada koordinasi antara Pimpinan KPK dengan Dewas KPK terkait sidang etik Lili. Menurutnya, Lili harus menghadiri sidang etik bukan ikut acara G20 ACWG di Bali.

"Pertanyaannya adalah kenapa itu sudah dijadwalkan kemudian kok Dewasnya malah bikin jadwal yang bentrok. Artinya Pimpinan KPK saat ini dengan Dewas nggak ada koordinasi," jelas Saut.

"Inikan acara penting dua-duanya. Yang Bali-nya cukup penting karena menyangkut nama baik Indonesia, yang sidang Dewasnya juga penting. Malah kalau diminta memilih atau merekomendasikan, saya malah berkata LPS itu harus hadir di Dewas KPK dulu," sambungnya.

Saut kemudian menyoroti sanksi yang diberikan kepada Lili pada kasus etik sebelumnya. Saat itu, Lili mendapatkan sanksi berupa pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan.

"Kan sudah pernah saya jelaskan bahwa di dalam Perdewas itu kan sudah dijelaskan kalau pelanggaran berat itu sanksinya terdiri dari potong gaji, mengundurkan diri. Itu bahasa hukumnya alternatif atau kumulatif. Beberapa orang bilang kumulatif. Artinya, selain potong gaji, dia harus mengundurkan diri," ujar Saut.

Saut menilai kasus pelanggaran etik Lili tidak ditangani dengan serius. Dengan penanganan yang tidak serius maka akan terjadi pelanggaran-pelanggaran berikutnya.

"Kan sudah disanksi berat kemarin, tapi nyatanya kan cuma dipotong gaji sekian juta. Jadi artinya lagi-lagi ini tidak serius dan makanya akibat tidak serius ya akan terjadi pelanggaran berikutnya," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Komisi III Yakin Dewas KPK Tangani Kasus Lili Pintauli Hingga Tuntas':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT