ADVERTISEMENT

Thomas Matulessy Nyatakan Sejarah Pattimura Keliru, Minta Jokowi Bertindak

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 18:31 WIB
Pattimura Pahlawan Nasional dari Tanah Maluku, Ini Sosoknya
Kapitan Pattimura dalam gambaran yang dikenal secara umum. (Situs Kemensos)

Pattimura lahir di Haruku vs Saparua

Selama ini, pemerintah mencatat bahwa Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy lahir di Haria, Pulau Saparua, Maluku pada 8 Juni 1783. Namun demikian, Thomas menyatakan Kapitan Pattimura lahir di Hulaliu, Haruku, Maluku.

"Tidak ada Thomas Matulessy yang lahir di Haria. Thomas Matulessy itu orangdari Hulaliu," kata Thomas.

Pattimura menikah vs tidak menikah

Sejarawan IO Nanulaita dalam buku 'Kapitan Pattimura' terbitan pemerintah tahun 1985 menjelaskan bahwa Pattimura tidak kawin dan tidak punya keturunan hingga dia dihukum gantung Belanda di usia 34 tahun. Thomas Matulessy punya satu saudara kandung, yakni Johannis Thomas. Thomas tidak kawin dan tidak berketurunan, sedangkan Johannis menurunkan keluarga Matulessy yang sekarang berdiam di Haria. Ahli waris yang berasal dari garis keturunan Johannis inilah yang memegang surat pengangkatan Kapitan Pattimura sebagai pahlawan nasional pada tahun '70-an.

Thomas menyatakan hasil riset Nanulaita keliru. Dia menyatakan sudah bertemu Nanulaita pada seminar di Ambon tahun 1993 dan Nanulaita sudah meminta maaf. Nanulaita menyesalkan kenapa Thomas baru datang belakangan dan tidak dari dulu. Kapitan Pattimura menikah dan punya anak sebelum akhirnya dihukum gantung oleh Belanda tahun 1817.

"Thomas Matulessy kawin dan memiliki tiga orang anak laki-laki. Setelah kawin dan memilki keluarga, dia pergi berperang dan akhirnya ditangkap. Anak-anaknya ada di Hulaliu dan mendapat ancaman," kata Thomas.

Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy) punya istri bernama Maria Taihuttu. Dia punya tiga anak; Huapati yang punya nama baptis Asaf; Risamena yang punya nama baptis Mateus, dan Benjamin. Mereka semua mendapat persekusi dan diskriminasi pemerintah kolonial Belanda dan mengganti marga menjadi Lessiputty dari 1857 sampai 1920.

"Saya dari keturunan Huapati," kata Thomas.

Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessi, dokumen dari keluarga di Hulaliu, Saparua. (Dok Thomas Matulessy)Dokumen pengembalian nama marga dari Lessiputy menjadi Matulessy. (Dok Thomas Matulessy)

Thomas sendiri telah menulis buku berjudul 'Thomas Matulessy Kapitang Pattimura-Anak Negeri Hulaliu', diterbitkan oleh Yayasn Pustaka Obor Indonesia, Jakarta, terbit tahun 2021.

Saksikan juga Anggota Dewan Pengawas BPKH: Mengatasi Biaya Haji yang Semakin Tinggi.

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT