ADVERTISEMENT

Draf Final RKUHP: Presiden Harus Lapor Sendiri agar Penghina Dibui 3,5 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 16:29 WIB
Geruduk DPR, Massa Mahasiswa Mau Curhat ke Puan
Demo menolak RKUHP beberapa waktu lalu (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Draf final RKUHP tetap mempertahankan pasal penghinaan kepada Presiden/Wakil Presiden dengan ancaman 3,5 tahun penjara. Namun si presiden wajib melaporkan sendiri hal itu ke kepolisian.

"Setiap orang yang Di Muka Umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV," demikian bunyi Pasal 218 ayat 1 yang dikutip detikcom, Rabu (6/7/2022).

RKUHP menegaskan perbuatan yang dimaksud di Pasal 218 ayat 1 bukan delik pidana bila dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri. Hukuman diperberat menjadi 4 tahun penjara bila perbuatan di atas dilakukan lewat ITE. Pasal 219 selengkapnya berbunyi:

Setiap Orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud agar isinya diketahui atau lebih diketahui umum dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.

Lalu, apakah bisa aparat langsung menindak? Tidak. Sebab delik ini adalah delik aduan sehingga presiden wajib melaporkan sendiri. Berikut ini bunyi Pasal 220:

(1) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 dan Pasal 219 hanya dapat dituntut berdasarkan aduan.

(2) Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara tertulis oleh Presiden atau Wakil Presiden.

Simak Video 'Pemerintah Serahkan Urusan Buka Draf RKUHP untuk Publik ke DPR':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT