ADVERTISEMENT

Ustaz Adi Hidayat Sebut Pattimura 'Ahmad Lussy', Teorinya Ada di Buku Ini

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 16:19 WIB
Uang Rp 1.000 Kapitan Pattimura
Kapitan Pattimura dalam uang kertas Rp 1.000. (Sylke Febrina Laucereno/detikcom)
Jakarta -

Teori kontroversial disampaikan Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam khotbahnya yang kemudian viral. Teori itu menyebut nama asli pahlawan nasional Kapitan Pattimura bukanlah Thomas Matulessy, melainkan Ahmad Lussy. Sebelumnya, teori ini juga termuat dalam buku Ahmad Mansur Suryanegara.

Dilansir situs resmi LIPI (lembaga yang sekarang melebur dalam BRIN), Ahmad Mansur Suryanegara punya gelar profesor. Dalam buku 'Api Sejarah', tertera bahwa dia lahir pada 22 Zulhijah 1353, sekitar 87 tahun silam.

Mansur mengajar di sejumlah sekolah berbasis Islam. Di level perguruan tinggi, dia mengajar di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Universitas Islam Bandung (Unisba) Purwakarta, Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Universitas Widyatama (Utama) Bandung, IKIP Bandung-Tasikmalaya, IAIN Gunung Djati, dan lain-lain.

Buku 'Api Sejarah' karya Mansur diterbitkan pertama pada 2009 pada cetakan selanjutnya menjadi 'Api Sejarah 1' dan 'Api Sejarah 2'. detikcom membaca Api Sejarah Jilid Kesatu' terbitan Suryadinasti tahun 2014 (Edisi Revisi).

Ahmad Lussy

Dalam buku 'Api Sejarah 1', klaim Mansur bahwa Pattimura adalah Ahmad Lussy disebut saat dia menjelaskan imperialisme Protestan Belanda. Belanda ingin memutus hubungan kesultanan Turki dengan kekuasaan Islam di Nusantara.

"Akibat imperialis Protestan Belanda melihat masih adanya hubungan niaga antara Kesultanan Turki dan Kesultanan Mongol di India dengan kekuasaan politik Islam di Nusantara Indonesia maka diserangnya secara intensif wilayah produsen rempah-rempah di luar Jawa, sebelum dan sesudah adanya tanam paksa, 1830-1919 M," tulis Mansur di halaman 202.

Kepulauan Maluku adalah kawasan penghasil rempah-rempah, komoditas yang berharga pada era itu. Maluku menjadi perhatian penjajah Belanda. Saat itulah muncul Kapitan Pattimura yang berjuang melawan penjajah. Dia menyebut Pattimura adalah seorang muslim.

"Bangkitlah perlawanan bersenjata dipimpin oleh Kapten Pattimura, 1817 M. Di Ambon penyandang nama Pattimura adalah Muslim. Oleh karena itu, salahlah jika dalam penulisan sejarah, Kapten Pattimura disebut seorang penganut Kristen," tulis Mansur.

Asal-usul nama 'Ahmad Lussy' dengan referensi buku 'Api Sejarah' karya Ahmad Mansur Suryanegara tersebut dikutip oleh penulis-penulis lainnya. Ahmad Choirul Rofiq dalam 'Menelaah Historiografi Nasional Indonesia' juga menyatakan catatan soal Ahmad Lussy ditulis di buku 'Api Sejarah' karya Mansur.

Selanjutnya, kritik:

Simak juga 'Saat Ustaz Adi Hidayat Tegas Bantah Tilap Dana untuk Palestina':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT