ADVERTISEMENT

Ahyudin Respons ACT soal Gaya Kepemimpinan One Man Show dan Otoriter

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 15:23 WIB
Presiden ACT Ahyudin
Ahyudin (Akfa Nasrulhaq/detikcom)
Jakarta -

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menyebut Ahyudin memimpin ACT dengan gaya cenderung otoriter. Apa tanggapan Ahyudin, yang merupakan mantan petinggi ACT?

"Masyaallah. Saya ini penggagas dan perintis ACT sejak awal, boleh dibilang rohnya ACT itu saya karena sayalah pelaku utama hampir semua program ACT," ujar Ahyudin kepada detikcom, Selasa (5/7/2022).

Ahyudin mengatakan ACT merupakan lembaga bantuan darurat yang identik dengan kecepatan membantu korban bencana atau pengungsi yang membutuhkan pertolongan. Ahyudin mengaku paham betul program ACT, sehingga mengklaim bersikap tegas dalam eksekusi program.

"Sebagai pemimpin, saya paham betul apa yang harus dilakukan ACT saat terjadi bencana. Kebutuhan kerja cepat dan profesional inilah di antara yang membentuk karakter tegas saya," katanya.

"Hasilnya, alhamdulillah ACT mampu menjadi besar, menjadi yang terdepan, khususnya dalam kerja-kerja penanganan bencana, dan kemanusiaan secara umum, dan berlangsung lama 17 tahun," lanjutnya.

Ahyudin menilai gaya kepemimpinannya tegas, bukan otoriter. Dia pun mengatakan tak ada yang salah jika pemimpin bersikap otoriter asalkan hasil kerjanya bagus.

"Ketegasan tak identik dengan otoriter, meskipun jika otoriter harus dilakukan oleh seorang pimpinan lembaga itu pun tak masalah, yang penting hasilnya bagus. Otoriter sekalipun tak selamanya buruk," ucapnya.

"Prinsip kerja dalam kepemimpinan saya di ACT adalah cepat, total, masif, dan sistemik," sambung Ahyudin.

Sebelumnya, Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan Ahyudin memiliki gaya kepemimpinan one man show. Dia juga menyebut Ahyudin cenderung otoriter.

"Memang gaya kepemimpnannya kalau teman-teman mengenal sosoknya, beliau gaya kepemimpinanya one man show, cenderung agak otoriter," ucap Ibnu dalam konferensi pers, Senin (4/7).

Kondisi itulah yang menurutnya membuat internal ACT tidak nyaman. Ibnu kemudian menegaskan lagi tidak ada kudeta. Ahyudin, lanjut Ibnu, memilih mengundurkan diri.

"Sehingga ini yang membuat beberapa kondisi secara organisasi terjadi ketidaknyamanan, sehingga sepakat dinasihati dan beliau memilih mengundurkan diri," papar Ibnu.

Simak Video 'Pimpinan DPR Minta Aparat Tindak Tegas Penyelewengan Dana ACT':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT