ADVERTISEMENT

8 Pernyataan ACT Respons #AksiCepatTilep dan #JanganPercayaACT

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 06:41 WIB
Konferensi Pers ACT (Karin-detikcom)
Foto: Konferensi Pers ACT (Karin-detikcom)
Jakarta -

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tengah menjadi sorotan saat ini. ACT dituding bermasalah dalam proses pengelolaan dana.

Sorotan itu bermula dari pemberitaan yang terbit di majalah Tempo. ACT kemudian ramai dibahas terkait isu adanya gaji fantastis hingga beragam fasilitas mewah yang didapat oleh sejumlah petinggi ACT. Isu adanya pemotongan uang donasi pun terhembus terkait yayasan ACT.

Sejumlah tagar protes dan bernada satir kepada ACT bermunculan di media sosial. Tagar itu mulai dari #AksiCepatTilep dan #JanganPercayaACT.

Pihak ACT kemudian buka suara terkait masifnya protes yang diarahkan kepada mereka. Petinggi ACT diwakili oleh Presiden ACT, Ibnu Khajar dan Dewan Pembina ACT, Bobi Herbowo menjelaskan tiap sorotan terkait ACT saat ini.

Setidaknya ada 8 pernyataan dari petinggi ACT yang menarik untuk disimak terkait polemik yang menyeret yayasan tersebut.

ACT Meminta Maaf

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) buka suara usai heboh #AksiCepatTilep seiring pemberitaan di majalah Tempo. ACT pun meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat.

"Permohonan maaf yang luar biasa sebesar-besarnya kepada masyarakat mungkin beberapa masyarakat kurang nyaman terhadap pemberitaan yang terjadi saat ini," kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, dalam konferensi pers yang digelar di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7).

Dia kemudian menjelaskan soal kelembagaan ACT. Dia menyebut ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang terdaftar di Kementerian Sosial, bukan lembaga amil zakat.

"ACT adalah NGO yang sudah berkiprah di 47 lebih negara supaya ini menjadi kebanggaan bangsa ini. Memiliki entitas sumber daya mewakili bangsa ini mendistribusikan bantuan ke banyak negara. Aksi Cepat Tanggap menjadi penyalur bantuan kebaikan dermawan, sebagai lembaga kemanusiaan yang dipercayai masyarakat melalui program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan juga emergency. Ini perlu kami sampaikan di awal," ucapnya.

Klaim Kondisi Keuangan ACT Dalam Keadaan Baik

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengungkap perihal kondisi keuangan lembaganya. ACT menegaskan kondisi keuangan lembaganya baik-baik saja.

"Berkaitan langsung dengan kondisi lembaga. Yang pertama, kami ingin sampaikan kondisi keuangan lembaga. Pertama, kami sampaikan bahwa kondisi lembaga, alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT, Aksi Cepat Tanggap dalam kondisi baik-baik saja," tutur Presiden ACT, Ibnu Khajar.

Dia juga menyampaikan bahwa selama ini ACT selalu konsisten melakukan audit setiap tahun. Bahkan dari audit itu, disebutnya, ACT selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Dan kita bersyukur secara keuangan, Aksi Cepat Tanggap konsisten setiap tahun sejak 2005 lembaga ini berdiri di 21 April sampai saat ini lembaga disiplin melakukan audit, dan setiap audit kita mendapatkan WTP, wajar tanpa pengecualian. Ini menjadi poin tersendiri," papar Ibnu.

Akui Pemangkasan Jumlah Ratusan Karyawan

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengakui adanya pengurangan SDM hingga 560 karyawan. Pengurangan karyawan ini gegara pandemi COVID-19.

"Kita memahami semenjak pandemi COVID menghantam bangsa kita, dan ini sudah tahun ketiga, tidak menutup kemungkinan bagi kami juga beberapa perusahaan dan lembaga-lembaga mengalami dampaknya, tidak terkecuali lembaga ACT," ujar Presiden ACT, Ibnu Khajar.

"Saat ini di tahun 2021, awal tahun 2021, kami memiliki SDM 1.688 orang, dan pada saat ini SDM terkini pada Juli 2022 ini jumlahnya 1.128 (karyawan)," lanjutnya.


Simak di halaman selanjutnya:

Lihat Video: Heboh ACT soal Pengelolaan Dana hingga 'Dipaksa' Buka Suara

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT