ADVERTISEMENT

Jejak Anak Kiai Jombang Dilindungi Ayah: Kasus Pencabulan 2017, DPO 6 Bulan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 14:47 WIB
Demo di Polres Jombang minta MSAT anak kiai tersangkan pencabulan santriwati segera ditangkap
Demo di Polres Jombang meminta MSAT anak kiai tersangka pencabulan santriwati segera ditangkap. (Dok. Istimewa)

2021: Dua kali praperadilan ditolak

MSAT kemudian menggugat Polda Jatim atas penetapan status tersangkanya. Gugatan ini ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hakim menilai gugatan yang dilayangkan pemohon kurang.

"Mengadili bahwa secara formil permohonan praperadilan pemohon MSAT, tidak dapat diterima. Menimbang bahwa permohonan pemohon kurang pihak. Sebab peristiwa hukumnya terjadi di Polres Jombang," kata hakim Martin Ginting saat membacakan putusan di Ruang Cakra, PN Surabaya, Kamis (16/12/2021).

Dalam gugatannya, MSAT menilai penetapan dirinya menjadi tersangka tidak sah. Tak hanya itu, MSAT juga menuntut ganti rugi senilai Rp 100 juta dan meminta nama baiknya dipulihkan.

Praperadilan itu terdaftar dalam nomor 35/Pid.Pra/2021/PN Sby tertanggal 23 November 2021. Menghadapi gugatan tersebut, Polda Jatim menyebut akan menyerahkan sepenuhnya pada proses persidangan.

Setelah praperadilannya ditolak di PN Surabaya, MSAT lagi-lagi mengajukan praperadilan ke PN Jombang. Namun hal ini kembali ditolak hakim.

Hakim praperadilan PN Jombang, Dodik Setyo Wijayanto, menolak permohonan MSAT, anak kiai tersangka pencabulan santriwati. Dodik menilai proses polisi menetapkan MSAT sebagai tersangka sudah tepat dan sah menurut hukum.

2021: Berkas kasus 7 kali ditolak jaksa

Berkas kasus dugaan pencabulan MSAT ternyata 7 kali ditolak jaksa. Polisi sempat mempertanyakan sikap kejaksaan. Polisi menilai itu yang membuat penanganan kasus jadi lambat.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Hendra Eka Triyulianto sempat mempertanyakan sikap kejaksaan. Hendra lalu membandingkan kasus serupa dengan yang terjadi di Bandung, yang terkesan cepat rampung.

"Ini kan lagi ramai-ramainya (kasus pencabulan di pesantren), tapi kenapa kok cuma di Jawa Timur ini saja. Di Jabar (Kasus Herry Wirawan) ini kok cepat P21-nya. Kok ini sampai 7 kali (ditolak)," ujar Hendra di Surabaya, Jumat (17/12/2021).

Kasi Penkum Kejati Jatim Fathur Rohman pun membeberkan alasan penolakan berkas. Berkas ini dikembalikan karena penyidik kepolisian belum bisa memenuhi petunjuk P-19 dari jaksa.

"Pada prinsipnya sesuai ketentuan, kejaksaan hanya sekali mengeluarkan P-19. Bahwa sampai dengan saat ini, petunjuk sebagaimana P-19 belum bisa dipenuhi oleh penyidik," kata Fathur di Surabaya, Selasa (21/12).

Akhirnya, pada bulan depannya, berkas kasus pencabulan ini dinyatakan lengkap (P21). Polisi akan melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT