ADVERTISEMENT

Anak Kiai Jombang yang Dilindungi Ayah Sempat Diburu Bak Film Koboi

Tim detikJatim - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 14:22 WIB
Polisi dinasihari kiai di Jombang
KH Muhammad Mukhtar Mukthi, ayah MSAT, yang buron di kasus pencabulan, bersama dengan Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat. (Foto: dok istimewa/tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Upaya negosiasi polisi untuk menangkap MSAT (42) kandas setelah dihalangi ayah dari MSAT, yaitu KH Muhammad Mukhtar Mukthi. Padahal, MSAT sendiri berstatus buron dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati.

Namun, sebelum itu, sejatinya polisi sempat hendak menyergap MSAT dalam suatu aksi kejar-kejaran bak film action. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 3 Juli 2022.

Dilansir detikJatim, tim gabungan Polda Jawa Timur dan Polres Jombang mengejar iring-iringan 3 mobil, yang diduga terdapat MSAT di dalamnya. Iring-iringan mobil itu diikuti sejak dari Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang.

Saat diminta berhenti, iring-iringan mobil itu malah kabur ke arah Ploso, Jombang. Polisi pun mengejar.

"Benar, tadi siang Resmob Polda Jatim meminta bantuan Polres Jombang untuk melakukan penindakan terkait DPO MSAT yang kami duga ada di rombongan tersebut," kata Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

Salah seorang anggota Resmob Polda Jatim yang mengendarai sepeda motor mengejar iring-iringan itu disebut malah sempat dipepet. Pada akhirnya polisi berhasil menepikan salah satu mobil, sementara 2 mobil lainnya menghilang.

"Sampai di Ploso, Tim Resmob Polda yang memakai motor dipepet dan akan ditabrak oleh salah satu rombongan. Sudah ditunjukkan kalau kami polisi, tapi masih melakukan tindakan yang membahayakan anggota yang melakukan penyergapan itu," terang Nurhidayat.

Dari mobil yang dihentikan, polisi mengamankan 2 pria dan 1 wanita. Dua orang yang diamankan berinisial RBP dan AR. Ketiga orang itu dibawa ke Polda Jatim untuk dimintai keterangan. Nurhidayat membenarkan terkait penangkapan tiga orang tersebut. Meski demikian, ia enggan membeberkan status ketiga orang tersebut.

"Tiga orang itu diamankan ke Polda, untuk statusnya bagaimana, silakan konfirmasi ke polda saja," kata Nurhidayat.

Negosiasi Kandas

Kabar terbaru mengenai kasus ini menyebutkan bila Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat bernegosiasi dengan KH Muhammad Mukhtar Mukthi, ayah dari MSAT. Video permintaan Kiai Mukhtar ini pun viral di aplikasi perpesanan. Video direkam saat proses negosiasi saat polisi hendak menangkap MSAT.

Dalam video tersebut, terlihat sang kiai bersama Kapolres Jombang sedang berada di sebuah majelis. Di sana, terlihat ada ratusan jemaah. Sementara Kiai Mukhtar berada di depan majelis bersama kapolres tersebut. Di video berdurasi 1 menit 55 detik itu, sang kiai memberikan nasihat agar polisi tidak lagi melanjutkan kasus ini.

"Untuk keselamatan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya, fitnah ini masalah keluarga. Untuk itu, kembali lah ke tempat masing-masing, jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena fitnah ini," kata Kiai Mukhtar dalam video yang dilihat detikJatim, Senin (4/7/2022).

"Semuanya itu adalah fitnah. Allahu Akbar, cukup itu saja!," imbuh Kiai Mukhtar.

Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat terlihat menganggukkan kepala sembari mendengarkan dawuh sang kiai. Sontak, ratusan jemaah langsung mengucapkan takbir. Mereka meneriakkan takbir berkali-kali.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menyebut video yang beredar merupakan momen dirinya bernegosiasi dengan Kiai Mukhtar pada Minggu (3/7) sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, dia yang masuk seorang diri memakai kopiah dan berseragam lengkap. Ia ditemui Kiai Mukhtar dan ratusan jemaah Shiddiqiyyah.

Lokasi negosiasi di kediaman Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah yang biasa dipakai Kiai Mukhtar menyampaikan tausiyah kepada para jemaahnya. Yaitu di Ponpes Majma'al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang.

Nurhidayat mengaku tak ingin berdebat banyak saat Kiai Mukhtar sedang berbicara. Hal ini dilakukan karena situasinya tengah rawan. Ia tengah dihadapkan dengan ratusan jemaah yang mudah diprovokasi.

"Saya pikir negosiasi di ruangan khusus, ternyata saya dihadapkan ke jemaah yang mudah diprovokasi. Sangat rawan sekali, makanya saya tidak berdebat lama," kata Nurhidayat kepada detikJatim, Senin (4/7/2022).

"Kalau di ruangan khusus, saya bisa menyampaikan panjang lebar. Makanya di dalam video itu saya hanya menyampaikan satu pesan kepada Mbah Yai (Kiai Mukhtar) secara beretika," imbuhnya.

Baca selengkapnya di sini

Simak Video 'Sulitnya Polisi Tangkap Anak Kiai Jombang DPO Kasus Pencabulan Santriwati':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT