ADVERTISEMENT

Jejak Anak Kiai Jombang Dilindungi Ayah: Kasus Pencabulan 2017, DPO 6 Bulan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 14:47 WIB
Demo di Polres Jombang minta MSAT anak kiai tersangkan pencabulan santriwati segera ditangkap
Demo di Polres Jombang meminta MSAT anak kiai tersangka pencabulan santriwati segera ditangkap. (Dok. Istimewa)

2020: Penyidikan diambil alih Polda Jatim

Setelah penolakan laporan korban karena tak cukup bukti, akhirnya korban lain pun melaporkan MSAT ke Polres Jombang. Laporan ini juga dilakukan pada 2019. Hingga akhirnya, pada Januari 2020, penyidikan kasus ini resmi diambil alih Polda Jatim.

Saat itu, penyidikan kasus ini dilakukan Ditreskrimum Polda Jatim. Pengambilalihan penyidikan ini karena ada beberapa hal yang perlu dilakukan backup. Selain itu, status MSAT telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kendati telah menjadi tersangka, MSAT tak kunjung ditahan. Bahkan dia kerap mangkir dari panggilan polisi. Polisi juga sempat mengancam akan menjemput paksa pelaku jika tak memenuhi panggilan.

Sementara itu, saat melakukan aksinya, MSAT memiliki sejumlah modus, salah satunya berjanji akan memperistri korban. MSAT juga disebut mengancam korban agar mau disetubuhi.

Hal ini diketahui penyidik dari laporan korban. Dirreskrimum Polda Jatim saat itu, Kombes Pitra Ratulangi menyebut korban sempat merasa ketakutan.

"Ketika terlapor melakukan pencabulan terhadap pelapor dengan cara korban dibujuk rayu akan dijadikan istri," ungkap Pitra di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (22/1/2020).

2020: Polisi jemput paksa

Akhirnya, pada Sabtu (15/2/2020), polisi melakukan upaya penjemputan paksa pada MSAT. Namun upaya tersebut mendapat penghadangan dan perlawanan dari pihak pondok pesantren. Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim saat itu, Kombes Trunoyudo Wisnu.

Truno menyebut pengadangan ini belum sampai ke penyerangan dari pihak pondok ke polisi atau sebaliknya. Polisi pun memilih mundur agar situasi kembali kondusif.

"Saya tekankan di sini, penyidik melakukan tindakan berdasarkan amanah undang-undang secara prosedur dan profesional. Memang gak ada penyerangan, kita meminimalisasi korban, kita penegakan hukum tapi terukur. Kita penegakan hukum tetapi juga dilihat dari aspek aspek kemanusiaan, juga aspek-aspek secara humanis artinya humanistis ini dengan mengurangi risiko yang terjadi," ungkap Truno, Senin (17/2/2022).

Saat kejadian, Truno menyebut pihaknya yang berjumlah 10 orang sudah membawa serta MSAT. Namun pihak ponpes, yang jumlahnya jauh lebih banyak, mengambil kembali MSAT.

Polda Jatim kembali mendatangi kediaman anak kiai Jombang, MSAT, yang diduga mencabuli santrinya. Keluarga MSAT berjanji segera menyerahkan MSAT ke polisi. Setelah dari kediamannya, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan memaparkan ibunda MSA meminta bertemu dengan dirinya. Pihaknya pun memfasilitasi dan, hasilnya, keluarga akan menyerahkan MSA.

"Kemarin sudah datang untuk ibunya dan meminta konfirmasi dan insyaallah dalam waktu dekat yang bersangkutan akan datang dan akan kami periksa," kata Luki di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, dalam sebuah video live, MSAT mengaku belum pernah bertemu dengan penyidik kepolisian yang menetapkannya sebagai tersangka. Dia pun mempertanyakan bagaimana statusnya bisa menjadi tersangka, sedangkan polisi belum mendapat keterangan darinya.

"Kebetulan saya nggak tau (belum pernah) ketemu aja sama orangnya lo, orang-orang polisi itu lo nggak pernah saya itu (ketemu), kok dibilang tersangka itu dari mana," kata MSAT dalam video yang dilihat detikcom, Rabu (29/1/2020).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT