ADVERTISEMENT

Warga Bakal Gelar Salat Id di Masjid Lama Area Waduk Lebak Bulus

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 11:40 WIB
Kondisi proyek waduk Lebak Bulus (dok. Istimewa)
Foto: Kondisi proyek waduk Lebak Bulus (dok. Istimewa)
Jakarta -

Masjid pengganti untuk warga yang terdampak proyek waduk Lebak Bulus, Jakarta Selatan, belum tuntas. Warga pun bakal menggelar salat Idul Adha di masjid lama yang ada di area proyek.

"Sebelum jadi masjid pengganti, masih menggunakan masjid yang lama. Kan ada pengganti masjid di atas dekat parkiran Pak Gubernur di situ gantinya," ujar Camat Cilandak Djaharudin kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Dia mengatakan kurban juga bakal digelar di area tersebut. Saat ini, proses pembuatan Waduk Lebak Bulus mencapai 60 persen.

"Tapi diperkirakan 60 persen proses pembuatannya. Soalnya itu gali galian atau coran apa di dalam gitu. Masih banyak pekerjaan," kata Djaharudin.

Dia berharap pembuatan waduk selesai sebelum Oktober. Waduk ini ditargetkan bisa mencegah banjir di Jakarta.

"Diperkirakan bisa rampung semua. Tapi Oktober insyaallah itu selesai. Sebelum Oktober itu selesai," ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membangun empat waduk di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan untuk mencegah banjir. Proses lelang proyek itu telah dimulai sejak 2021.

"Progresnya sedang proses lelang ya, yang Jakarta Selatan. Yang di Jakarta Timur pun sama, gitu pelaksanaan konstruksinya," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Dudi Gardesi saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Empat waduk itu adalah Waduk Pondok Ranggon di Jakarta Timur serta Waduk Brigif, Waduk Ulujami, dan Waduk Lebak Bulus di Jakarta Selatan.

Dudi mengatakan Waduk Brigif dan Waduk Lebak Bulus masih terkendala pembebasan lahan.

"Pondok Ranggon tinggal sedikit lagi, cuma luasan berapanya saya lupa, cuma tinggal dikit lagi. Yang Waduk Brigif itu juga masih, ada beberapa lokasi di tengah-tengah peruntukannya itu masih belum dibebaskan. Yang Lebak Bulus memang baru sedikit yang kita bayar. Rencananya kita lanjutkan tahun sekarang," jelasnya.

(ain/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT