ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Targetkan Program Pengendalian Banjir 942-DV Rampung Tahun Ini

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 22 Mar 2022 17:29 WIB
Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal
Yusmada Faizal (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menargetkan program pengendalian banjir 942-Drainase Vertikal (DV) rampung tahun ini. Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal mengungkap esensi dari program ini.

"Itu proyek membangun 9 polder, 4 waduk, dan 2 revitalisasi. Dan esensinya adalah mempertahankan-mengamankan air hujan," kata Yusmada dalam acara Peringatan Hari Air Sedunia yang disiarkan di YouTube PAM Jaya DKI Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Yusmada percaya manfaat program ini tak hanya menanggulangi banjir, tetapi bisa bermanfaat untuk hal lainnya. Seperti misalnya waduk yang bisa menjadi tempat penampungan cadangan air di kemudian hari.

"Seperti yang kita lihat di belakang, Waduk Sunter Utara. Ini gimana air hujan, air dari masyarakat itu disimpan. Siapa tahu, besok-besok PAM, ini, sumber air baku kita, Pak. Bisa digunakan kembali untuk jadi air minum," ujarnya.

Sedangkan pembangunan polder, kata dia, sejak awal sudah masuk ke dalam master plan mengatasi banjir. Secara keseluruhan, dia menargetkan program pembangunan 9 polder, 4 waduk, dan revitalisasi 2 sungai tersebut rampung tahun ini.

"Saya sampaikan ke jajaran, kelebihan air itu sedapat mungkin diamankan. Kita bikin 4 waduk, polder itu esensinya adalah waduk long storage, air itu disimpan, kelebihannya baru kita alirkan ke sungai, ke laut. Tahun ini akan kita tuntaskan, Pak. Mudah-mudahan tahun ini kita dapatkan 9 polder, 4 waduk baru di daerah hulu, dan revitalisasi 2 sungai," imbuhnya.

Sebelumnya, program ini sempat dipamerkan oleh Wagub DKI Ahmad Riza Patria. Riza Patria menyatakan 942-DV merupakan program andalan Pemprov untuk mengelola air dan mengendalikan banjir.

"Kami ada program 9-4-2 ya, 9 polder, 4 waduk, 2 sungai yang kami akan revitalisasi dan perbaiki," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2022).

Riza mengatakan program ini merupakan infrastruktur pengendali banjir multiyears di lima wilayah Jakarta di bawah koordinasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Meski begitu, program ini masih terkendala di pendanaannya.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi menyampaikan pembangunan sembilan polder terdapat di wilayah Kelapa Gading, Marunda, Muara Angke, Teluk Gong, Mangga Dua, Pulomas, Adhyaksa, Green Garden, serta Kamal. Ke-9 waduk ini diharapkan bisa mengatasi banjir di wilayah itu.

"Pembangunan polder Kelapa Gading dan Pulomas untuk mengatasi banjir di kawasan itu, pembangunan subpolder Marunda, pompa Tipala dan Adhyaksa untuk mengatasi banjir di Kawasan Marunda-Jakarta Garden City (JGC) dan tujuh polder lainnya yang juga dibangun untuk mengatasi banjir di masing-masing sekitar kawasan polder tersebut," kata dia melalui keterangan tertulis.

Kemudian ada juga 4 waduk lainnya yang juga berfungsi sama, yakni mengatasi banjir. Empat waduk itu saat ini masih proses dibangun, yaitu Pondok Rangon, Embung Wirajasa, Lebak Bulus, dan Brigif.

"Sedangkan pembangunan Waduk Brigif dan Lebak Bulus untuk atasi banjir di bantaran Kali Krukut, seperti daerah Ciganjur, Cilandak, Kemang, dan Petogogan. Untuk Waduk Pondok Rangon dan Embung Wirajasa untuk atasi banjir di aliran kali Sunter," sambungnya.

Lantas, apa bedanya dengan program penanganan banjir lainnya? Terkait hal ini, Dudi menerangkan dalam program ini ada peningkatan kapasitas infrastruktur yang ada.

"Ada lokasi yang sudah tersedia misalnya waduk dan polder. Ada polder yang sudah tersedia namun kurang pemanfaatannya, maka kita tingkatkan kapasitasnya sehingga berfungsi optimal. Lalu ada yang belum tersedia dan perlu maka jadi lokasi baru yang menjadi pengendali banjir pada suatu kawasan yang selama ini sering banjir," pungkasnya.

(taa/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT