ADVERTISEMENT

UHC BPJS Kota Cilegon Capai 93%, Ditarget Naik 98% Oktober 2022

Erika Dyah - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 21:21 WIB
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengungkap Universal Health Coverage (UHC) di wilayahnya sudah meningkat.
Foto: Dok. Pemkot Cilegon
Jakarta -

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengungkap Universal Health Coverage (UHC) di wilayahnya sudah meningkat. Diketahui, kini Cilegon memiliki UHC sebesar 93%.

"Dari awal kita menjabat, kita fokus untuk mengupayakan dan berusaha semaksimal mungkin untuk menaikan UHC di Cilegon. Pada saat kami menjabat, UHC kita 82%. Fungsinya UHC ini sendiri adalah menandakan berapa persen dari jumlah penduduk yang sudah ikut BPJS, alhamdulillah sekarang UHC kita sudah meningkat hampir 93%," ungkap Helldy dalam keterangan tertulis.

Helldy mengatakan kabar ini disampaikan langsung dari tim BPJS Kesehatan Cabang Serang yang datang mengunjungi pihaknya.

"Menyampaikan bahwa ada informasi dan kelihatannya sudah fix karena Cilegon ini UHC-nya tertinggi di sekitar Serang Raya, jadi artinya di luar Tangerang Raya, Cilegon tertinggi UHC-nya hampir 93%," sambungnya.

Atas pencapaian UHC ini, ungkap Helldy, Pemerintah Provinsi Banten berencana akan membayarkan kekurangan 26 ribu jiwa untuk memenuhi UHC di Cilegon.

"Pemerintah Provinsi Banten rencana akan membantu kita memenuhi UHC ini, kita ada kekurangan 26 ribu jiwa lagi yang harus dibayarkan BPJS maka ini akan dibantu oleh Provinsi Banten, dan kita juga sudah minta kepada para industri untuk bisa membantu juga, besarannya cuma Rp 35 ribu per jiwa per bulan dikali 12 jadi tidak terlalu banyak," paparnya.

"Kita kurang 26 ribu lagi tapi dengan adanya nanti bantuan dari Provinsi kami targetkan di tahun ini bisa di September atau Oktober maksimal kita bisa mencapai 98% Insya Allah, jika lebih cepat Agustus sudah mencapai target itu lebih baik," lanjut Helldy.

Lebih lanjut, Helldy menjelaskan target UHC ini terus ditingkatkan guna mewujudkan berobat gratis di Kota Cilegon. Untuk itu, ia mengatakan pihaknya butuh doa dari masyarakat Kota Cilegon agar hal ini dapat terealisasi.

"Kalau ini terealisasi maka nanti ke depan, akhir tahun ini atau di awal tahun, kalo UHC-nya sudah mencapai 98% maka seluruh masyarakat Kota Cilegon dapat berobat di rumah sakit cukup menggunakan KTP saja dan tidak perlu bayar, sakit apa saja tidak perlu bayar, itu hanya pakai KTP dirawat berapa hari, ambil KTPnya lagi, pulang tidak bayar seperak pun," terang Helldy.

"Jadi Insya Allah, Allah rida doanya, karena ini yang ingin kita kejar, kita ingin konsentrasi agar supaya UHC kita mencapai 98%," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Helldy turut berterima kasih kepada pihak yang sudah membantu mewujudkan target UHC Kota Cilegon.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada beberapa perusahaan yang sudah membantu berikut dengan Pemerintah Provinsi Banten yang telah mengalokasikan khususnya untuk Kota Cilegon, berikut dengan BPJS Kesehatan juga dari Serang maupun Cilegon," sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Serang, Dasrial menjelaskan kedatangannya ke Pemkot Cilegon juga untuk mencocokan data kependudukan.

"26 ribu penduduk ini sumber datanya harus segera kita siapkan data yang valid, dan data yang valid ini adalah data yang sudah dicocokkan dengan Disdukcapil di Kota Cilegon, nah ini yang akan kita cocokan," jelas Dasrial.

Ia menambahkan pihaknya butuh pengantar dari Pemkot Cilegon agar mendapatkan persetujuan dari Provinsi.

"Saat ini pak wali, hasil daripada data BPJS (Kesehatan) Pusat dengan Kementerian Dalam Negeri yang sudah online datanya itu 10.937 jiwa itu adalah penduduk Kota Cilegon yang belum JKN, artinya itu bisa segera masuk, tinggal pengantar dari pemerintah Kota Cilegon nanti kita minta persetujuan pembiayaan dari provinsi nanti ini bisa masuk segera, kekurangan 16 ribu itu sumber datanya tentu dari Pemkot Cilegon," tuturnya.

"Pertama itu sumber data bisa dari Dinsos, informasi dari Dinsos ada 11 ribu jiwa tetapi ini belum dipadatkan dengan master file jangan-jangan sudah ada sebagian data sudah jadi peserta, kedua sumber data tentu dari penduduk yang belum JKN adanya di Disdukcapil kota Cilegon," pungkasnya.

Simak juga video 'Hati-hati! Nunggak Iuran BPJS Kesehatan Bisa Kena Denda Rp 30 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT