ADVERTISEMENT

Sekeluarga Dikeluarkan dari Rusun karena Kasus Buang Bayi, Ini Kata Wagub DKI

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 20:01 WIB
Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Kasus bayi dibuang oleh mahasiswi berinisial MS (19) di Kali Ciliwung, Jakarta Timur, berbuntut panjang. Kini, keluarga MS terancam diusir warga dari kediamannya di Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan soal kabar pengusiran satu keluarga itu. Riza menyebut saat ini sang bayi dirawat oleh orang tua MS.

"Sekarang bayinya diasuh dirawat dijaga oleh kakek-neneknya dan anak ini yang bersalah ini sudah ditangani pihak kepolisian, sudah ditahan. Memang dari pihak UPT rusun, sesuai ketentuan, ini akan dipindahkan. Sekarang sedang dicarikan solusi terbaiknya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2022).

Riza menyebutkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, anggota keluarga yang berstatus sebagai kriminal mesti angkat kaki dari rusun. Meski begitu, pihaknya masih berupaya mencarikan solusi terbaik menyelesaikan masalah ini secara kemanusiaan.

"Memang sesuai aturan dan ketentuan keluarga di situ harus keluar dari situ. Namun demikian, ini karena unsur kemanusiaan, kita mencari solusi yang terbaik. Karena yang bersalah itu kan anak itu sudah dihukum. Apa iya satu keluarga harus menerima hukuman? Ini antara regulasi, aturan, dan unsur kemanusiaan sedang kita carikan solusi yang terbaik bagi semua," pungkasnya.

Di samping itu, Riza menuturkan saat ini MS sudah ditangani oleh kepolisian. Dia berharap supaya kasus itu tak berimbas kepada keluarganya.

"Jadi jangan menghukum semua satu keluarga atas kesalahan satu orang. Prinsipnya kita akan carikan solusi yang terbaik bagi kepentingan semua, bagi anaknya, keluarganya, dan masyarakat di situ juga di lingkungan rusun," imbuhnya.

Lihat juga video 'Buang Jasad Bayi Hasil Hubungan Sedarah, Kakak-Adik di Bekasi Dibekuk!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT