ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Warga: Kecelakaan Kerap Terjadi di Jalan Jatinegara yang Bergelombang

Mulia Budi - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 18:40 WIB
Jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jaktim, 4 Juli 2022. Kondisi jalan ini sudah mengakibatkan korban jiwa. (Mulia Budi/detikcom)
Jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jaktim, 4 Juli 2022. Kondisi jalan ini sudah mengakibatkan korban jiwa. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Pengendara sepeda motor laki-laki berinisial R (55) tewas karena tubuhnya terlindas truk di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jakarta Timur. R terjatuh dari motornya lantaran menghindari jalan bergelombang di lokasi. Berdasarkan kesaksian warga, lokasi jalan bergelombang ini memang rawan celaka.

Seorang warga bernama Faisal (24) menyebut kondisi jalan bergelombang itu sudah lama ada, sekitar dua tahun lebih. Menurutnya, kondisi itu sering membuat pengendara motor terjatuh saat ingin menghindar.

"Sering (bikin pemotor jatuh) ini sehari dua kali hari ini, pertama meninggal kan pagi. Nah tadi nggak lama, jam siangan, patah kakinya jam 14.00 WIB-an. Jatuh kena lubang juga, pengaruhnya jalan terutama," kata Faisal saat ditemui di kawasan Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/7/2022).

"Sering, kalau dibilang mah hampir setiap hari lah hampir setiap hari, cuma kadang lukanya nggak parah. Pagi tadi itu paling parah (korban meninggal dunia)," sambungnya.

Faisal mengatakan lalu lintas di kawasan Jl Bekasi Timur selalu ramai oleh pengguna jalan. Dia menyebut pemotor terkadang kesulitan menghindari jalan bergelombang tersebut.

"Itu kan ada jalan gelombang nih kadang orang itu susah menghindari. Syukur-syukur kalau masih selamat, kalau yang tadi pagi kejadian ya udah meninggal," ujarnya.

Dia berharap kecelakaan tak terjadi lagi akibat jalan bergelombang di seberang Kantor Imigrasi Cipinang tersebut. Dia mengaku prihatin sering melihat pemotor terjatuh lantaran menghindari jalan bergelombang tersebut.

"Harapannya diperbaiki aja jalan biar nggak ada korban biar nggak terjadi yang udah-udah," ucapnya.

Warga lainnya bernama Arul (47) mengutas harapan yang sama dengan Faisal. Dia berharap jalan bergelombang itu bisa diratakan dengan aspal di sekelilingnya.

"Kasihan kan nyawa orang, ngerinya hampir tiap hari lo, ya kan kita juga sama-sama punya nyawa," kata Arul.

"Dirapikan saja lah, rata gitu kan, dibongkar dulu dalamnya, itu kayaknya lubang aneh itu bener deh. Bukannya saya mistik ya, kayaknya itu lubang aneh," imbuhnya.

Jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jaktim, 4 Juli 2022. Kondisi jalan ini sudah mengakibatkan korban jiwa. (Mulia Budi/detikcom)Jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jaktim, 4 Juli 2022. Kondisi jalan ini sudah mengakibatkan korban jiwa. (Mulia Budi/detikcom)

Dia mengatakan jalan bergelombang itu seolah-olah tampak rata saat dilihat dari jauh, padahal kenyataannya permukaan aspal itu tidak rata. Dia menyebut penambalan jalan tersebut sudah dilakukan namun permukaan kembali bergelombang seiring waktu berlalu.

"Pas udah deket baru kelihatan itu bergelombang, kalau dari jauh kelihatannya rata aja jalanannya," ujarnya.

Kemudian, warga lainnya bernama Fifit (28) mengatakan hal senada dengan Arul. Fifit menyebut perbaikan penambalan jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur itu dilakukan sebulan sekali.

Fifi mengaku turut membantu menutupi tubuh R yang bersimbah darah setelah terlindas truk di lokasi jalan bergelombang ini, tadi pagi.

"Saya sama teman saya cuma ngasih itu terpal buat nutupin yang pada berserakan. Pas lihat mobilnya minggir aja yang gede, saya samperin tahu-tahu di belakangnya ada itu mayat berceceran," tuturnya.

Jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jaktim, 4 Juli 2022. Kondisi jalan ini sudah mengakibatkan korban jiwa. (Mulia Budi/detikcom)Jalan bergelombang di Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jaktim, 4 Juli 2022. Kondisi jalan ini sudah mengakibatkan korban jiwa. (Mulia Budi/detikcom)

Lebih lanjut, Fifit berharap perbaikan jalan bergelombang itu tak sekadar ditambal. Dia berharap jalan itu dibongkar kemudian diratakan dengan aspal di sekelilingnya agar tak menyebabkan pemotor terjatuh.

"Kalau bisa jangan ditimbal pakai aspal lagi, dihancurin dulu diratain dulu biar seimbang biar nggak kayak gitu lagi, kalau udah seimbang kan nggak bakal ada gelombang-gelombang kayak gitu lagi, kalau cuman ditimbal aspal pasti begitu lagi ujung-ujungnya," terangnya.

Lihat juga video 'Penampakan Jalan Rusak di Pati yang Ditanami Pohon-Jadi Pemancingan':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT