ADVERTISEMENT

Sandiaga soal Tiket Terusan TN Komodo Rp 3,75 Juta: Masih Terus Dibahas

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 17:32 WIB
Merebaknya virus Corona menyebabkan kunjungan wisatawan berkurang signifikan. Bagaimana nasib Taman Nasional Pulau Komodo?
Taman Nasional Komodo (Trio Hamdani/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno buka suara soal tiket terusan masuk Taman Nasional Komodo yang direncanakan sebesar Rp 3,75 juta per tahun. Sandiaga mengatakan biaya tiket tersebut masih terus dibahas Kemenparekraf.

Sandiaga bicara soal minimnya daya dukung Taman Nasional Komodo saat ini. Menurutnya, perlu ada pembatasan agar lingkungan di Pulau Komodo tetap terjaga.

"Ini masih terus dibahas. Yang pasti adalah komunikasi dengan tim teknis bahwa memang daya dukung di Pulau Komodo sangat sedikit, sangat minim dan untuk menjaga agar Komodo tak punah," kata Sandi usai rapat dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/2022).

"Dan bagaimana lingkungan di sana tetap terjaga itu perlu ada pembatasan. Jadi nanti akan komunikasikan seperti apa," sambung dia.

Sandiaga menilai konservasi merupakan hal yang harus diutamakan. Sedangkan masyarakat yang berada di Taman Nasional Komodo perlu juga diperhatikan agar ekonomi mengalami pemulihan.

"Masukan DPR RI sangat penting, bahwa aspek konservasi harus diutamakan. Tapi harus juga dampak kepada masyarakat berkaitan dengan pemulihan ekonomi juga ikut dipertimbangkan," ujar Sandi.

Lebih lanjut, Sandi mengatakan pihaknya mendapat masukan dari Komisi X DPR RI agar tidak hanya fokus terhadap harga tiket tempat wisata. Destinasi penyangga di sekitar Pulau Komodo juga sangat penting agar tidak ada lagi ancaman kepunahan Komodo.

"Bagaimana ini narasinya ini dilakukan suatu penyesuaian. Jadi jangan narasinya tentang uangnya, tapi tentang peran dari masyarakat untuk menjaga situs-situs yang perlu menjaga kelestariannya," ucap Sandi.

"Destinasi yang harus kita pastikan keberlanjutannya, jadi itu pesan yang saya sangat sepakat," imbuh dia.

Sandi menjelaskan destinasi penyangga harus dibangun agar kualitas Pulau Komodo tetap terjaga.

"Kita harus bangun destinasi penyangga seperti di Labuan Bajo di Wae Rebo sehingga kunjungan ke sana tak berdampak terhadap penurunan kualitas Pulau Komodo dan ancaman kepunahan dari komodo itu sendiri," terang dia.

Lihat juga video 'Sandiaga Apresiasi Desa Wisata Widosari Masuk 50 Besar ADWI 2022':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT