ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Hikmahbudhi Puji Kapolri yang Turun Langsung Kawal Demo Mahasiswa

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 09:39 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berorasi dari atas mobil komando
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama pimpinan DPR saat menemui massa demo/Foto: dok ist

"Ketika beliau bekerja di pusat melakukan misalnya vaksinasi dengan kelompok mahasiswa, daerahnya pun diajak. Kapolda, kapolres pun diajak melakukan hal yang sama. Ini sisi positif menurut saya, ketika ada sinkronisasi gerakan Polri di pusat kemudian diikuti oleh daerah di tingkat daerah, polres hingga polsek," lanjut Wiryawan.

Minta Kejelasan Hukum Kasus Meme Stupa

Meski demikian, Wiryawan menagih perkembangan kasus kasus meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Joko Widodo. Dia berharap polisi segera menetapkan tersangka di kasus tersebut.

"DariHikmahbudhi sendiri, saat ini kami sedang mengawalkasusnya RoySuryo kan di Polda Metro Jaya. Secara prinsip kami dukung upaya dan langkah yang dilakukan Polri, karena ini akan menjadi efek domino ke depan, orang akan lebih berhati-hati lagi kalau bermain di lingkup agama," tegas dia.

Tangkapan layar akun Twitter Roy SuryoFoto: Tangkapan layar akun Twitter Roy Suryo (Tangkapan layar akun Twitter Roy Suryo)

"Ini penting sekali, hukum ditegakkan untuk menjadi contoh ke depan bagi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, supaya tidak melakukan hal serupa," imbuh dia.

Wiryawan kemudian menyinggung soal cepatnya proses hukum di kasus dugaan penistaan agama promosi minuman beralkohol yang menjerat petinggi serta karyawan kafe Holywings. Menurutnya, kasus meme stupa terkesan berjalan lambat karena tekanan publik lebih sedikit dibanding kasus Holywings.

"Itu yang saat ini paling kami soroti. Tapi penanganannya ada perbedaan dengan kasus Holywings. Ini kan persoalannya agak-agak mirip, soal agama. Mungkin yang membedakan karena porsi tekanan publiknya, mungkin karena masalah meme stupa tekanan publiknya sedikit, ini yang menyebabkan penanganan kasusnya lambat. Tapi Polri tidak harus mengacu pada tekanan publik seharusnya," tutur Wiryawan.

"Proses penegakan hukum ini mestinya tidak harus berdasarkan tekanan publik. ketika memang delik pidana sudah ada dan terang saya pikir proses hukumnya akan sama saja. Kapan mau ditetapkan tersangka? Kan sudah dipanggil saksi juga, dari kita sudah dimintai keterangan. Sementara Holywings yang hanya beberapa hari sudah ada tersangka. Proses penegakan hukum jangan karena tekanan publik yang ada. Tapi kalau sudah ada delik pidananya sudah kuat, apa yang ditakutkan polisi?" pungkas dia.


(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT