ADVERTISEMENT

Ragam Suara Anggota Dewan soal Tawaran Nuklir Putin ke Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 08:04 WIB
Infografis 2 tawaran Vladmir Putin ke Jokowi
Foto: Jokowi dan Putin (detikcom/Denny)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ketertarikannya untuk menggarap nuklir di Indonesia. Hal ini mendapatkan beragam sorotan dari anggota dewan.

Ketertarikan bernada tawaran pengembangan nuklir itu diketahui disampaikan Putin saat dirinya menyambut Presiden Jokowi di Kremlin, Moskow, Kamis (30/6).

"Banyak perusahaan kami, termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ada ketertarikan untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional," kata Putin yang berdiri di mimbar samping kiri Jokowi saat itu.

Putin menyatakan negaranya punya keandalan untuk mengerjakan nuklir. Dia menyebut nama perusahaan negaranya yang bergerak di bidang teknologi nuklir.

Lantas apa saja tanggapan anggota dewan mengenai hal ini? berikut beberapa tanggapanya.

Golkar Setuju Garap Nuklir Asal untuk Perdamaian-Pendidikan

Golkar berpandangan tidak ada yang salah dengan rencana membangun nuklir selama tujuannya positif.

"Nuklir sudah diangggap sebagai clean energy of the future, sejumlah negara yang dahulu meninggalkan karena alasan keamanan sudah mulai menjajaki kembali. Jadi tidak ada yang salah bagi kita untuk kembali mengembangkan hal tersebut," kata anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Dave Laksono saat dihubungi, Sabtu (2/7/2022).

Ketua DPP Golkar ini berpandangan rencana membangun nuklir itu baik selama tujuannya untuk perdamaian dan pendidikan. Selain itu, menurutnya Indonesia juga bisa kerja sama dengan negara lain untuk membangun nuklir.

"Selama kita hanya mengembangkan untuk kepentingan perdamaian dan pendidikan, tidak akan menjadi kendala, bahkan kita bisa kerja sama dengan negara-negara lain sehingga terlihat jelas tujuan kita untuk apa," ucapnya.

Selain itu, Dave juga berpandangan hal itu sesuai dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Dia menyebut kerja sama dengan negara lain untuk membangun nuklir sesuai dengan pandangan politik luar negeri Indonesia.

Simak halaman selanjutnya

Simak Video: News of The Week: Jokowi ke Ukraina-Rusia, Tjahjo Kumolo Wafat

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT