ADVERTISEMENT

Raih Hoegeng Awards, Brigjen Eko Paparkan Pendekatan Humanis ke Warga Papua

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 20:11 WIB
Wakapolda Papua, Brigjen Eko Rudi Sudarto
Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Brigjen Eko Rudi Sudarto menjadi pemenang polisi inovatif Hoegeng Awards 2022. Wakapolda Papua itu pun menjabarkan pendekatan polisi ke masyarakat dalam melakukan tugas dan fungsinya.

"Esensi utama yang kami bangun adalah pendekatan lain di Papua. Pendekatan lain itu secara umum mungkin rekan-rekan tahu pendekatan di Papua itu agak unik, selama ini hanya perang, perang, kekerasan, dan kekerasan," kata Eko di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).

Eko mengatakan, sejak 2018 dibentuk Satgas Nemangkawi, yang saat ini telah berganti nama dengan Satgas Cartenz. Di bawah Satgas itu, ada pula Satgas Bimas Noken, yang disebut bekerja dengan mengedepankan unsur kemanusiaan.

"Sejak 2018 resminya kami ada namanya Operasi Nemangkawi, itu salah satu satuan tugas di Nemangkawi adalah Satgas Bimas, bimbingan masyarakat. Kita bekerja sama dengan TNI tergabung dalam operasi Nemangkawi," tutur dia.

"Salah satu mekanisme atau upaya kita mendekati masyarakat dengan cara-cara kemanusiaan, humanis, adalah dengan mengedepankan Bimas. Bimas adalah satuan fungsional di Polri sudah sejak lama ada. Di Papua itu sudah ada sebelumnya, Bimas Pionir namanya. Kemudian pada saat 2018 kita transformasikan menjadi Bimas Noken. Bimas Noken ini kita jadikan kendaraan untuk mendekati masyarakat," katanya.

Eko turut menjelaskan pemilihan nama Noken itu. Dia juga memaparkan bahwa Noken itu mengandung falsafah yang tinggi.

"Noken itu mengandung falsafah yang luar biasa tinggi, Noken itu lambang kemakmuran orang Papua, lambang kehormatan orang Papua. Kepala suku secara artifisial menggunakan Noken untuk menampung keluhan-keluhan dari anak-anaknya, menampung berbagai pandangan dari masyarakatnya dengan Noken. Di Noken itu dia tampung keluhan dan dicarikan solusinya," tuturnya.

Program Satgas Bimas Noken

Eko lantas menjelaskan kegiatan di dalam Bimas Noken. Salah satunya adalah di bidang pendidikan.

"Di dalam Bimas Noken itu ada 10 kegiatan, ada kita kasih nama jargon-jargon yang masyarakat mudah pahami seperti ada 'polisi pergi mengajar' itu lebih banyak pada pendidikan, semua aspek kita ingin polisi masuk di dalamnya. Karena susah sekali keberadaan aparat pemerintah untuk bisa tembus di wilayah-wilayah terisolasi dan wilayah-wilayah yang memang kelompok berkriminal masih ada. Nah, polisi dan TNI bersama-sama hadir di situ," katanya.

Lihat juga video 'Kapolri Tegaskan Tak Antikritik, Masyarakat Bebas Mengkritik':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT