ADVERTISEMENT

Profil 3 Kandidat Hoegeng Awards 2022 Kategori Polisi Inovatif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 13:37 WIB
Kandidat Hoegeng Awards 2022
3 Polisi Inovatif Hoegeng Awards (Foto: dok. detikcom)

2. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjadi salah satu kandidat penerima anugerah Polisi Inovatif Hoegeng Awards 2022. Fadil Imran adalah polisi yang dikenal militan menggencarkan vaksinasi di Jakarta Raya.

Pria kelahiran Makassar, 14 Agustus 1968 itu alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991. Latar belakang Fadil Imran adalah di bidang reserse, polisi yang bertugas mencari informasi yang rahasia. Berikut ini jejak jabatan Irjen Fadil Imran sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya:

- Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (2016)
- Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri (2016)
- Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (2017)
- Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri (2018)
- Staf Ahli Kapolri bidang Sosial dan Budaya (2019)
- Kapolda Jawa Timur (2020)

Jakarta Raya adalah daerah yang dikecamuk COVID-19 paling berat di Indonesia. Jakarta juga merupakan Ibu Kota, yang perlu senantiasa dijaga situasinya. Fadil selaku Kapolda Metro Jaya berinovasi menggencarkan vaksinasi.

Inovasi yang dijalankan Fadil berbentuk Vaksinasi Merdeka. Dengan program Vaksinasi Merdeka, warga Jakarta dan sekitarnya bisa lebih mudah mengakses vaksin virus Corona. Penanganan pandemi di episentrum pagebluk ini menjadi lebih terbantu karena inovasi Fadil.

"Menurut saya programnya inovatif. Bayangin kalau dari awal satu Indonesia di setiap balai pertemuan warga/balai RW-nya ada tempat vaksin, pasti lebih cepat kejar target herd immunity. Nggak jauh-jauh seperti ke GBK, ke GOR-GOR yang antre berjam-jam," kata Ivanna Susanto, warga Mekarsari, Depok, Jawa Barat, wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dia mengaku tak kenal Fadil secara personal.

Ivanna juga terkesan dengan program pewadahan balap liar di Ancol, Jakarta Utara. Ivanna mengaku kagum pada Fadil Imran.

"Programnya simpel, tapi mengena, tepat sasaran menurut saya. Sejak itu saya follow IG Kapolda dan ternyata dia juga wadahin orang-orang balap liar dengan program balapan di Ancol. Menurut saya, Kapolda Metro inovatif dan ide-idenya benar-benar langsung terasa manfaatnya di masyarakat luas," kata Ivanna.

Dalam program blak-blakan, Fadil Imran sudah berusaha memikirkan solusi untuk mengakhiri balap liar sejak dia menjadi Kapolsek Cengkareng pada 1998 dan Tanah Abang pada 2000. Dengan kewenangan yang lebih besar sebagai Kapolda, akhirnya dia bertekad segera melakukan intervensi dan mentransformasikan energi anak-anak muda di jalanan ke area khusus yang tak mengganggu kepentingan publik. Dia ingin potensi kaum muda di ajang balapan ini melahirkan figur-figur berprestasi.

3. Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin

AKBP Iman Imanuddin bersaing dengan kandidat lain, yakni Brigjen Eko Rudi Sudarto dan Irjen Fadil Imran dalam 3 besar kategori Polisi Inovatif Hoegeng Awards 2022. Dia memiliki langkah inovatif untuk turut memberdayakan penyandang disabilitas. Dia merekrut penyandang disabilitas untuk bekerja di wilayah polresnya.

Inovasinya dijalankan kala Kapolres Kabupaten Bogor ini menjabat Kapolres Tangerang Selatan. Pintu pekerja harian lepas (PHL) dibukanya lebar-lebar, masuklah para penyandang disabilitas, salah satunya Zaenuddin.

"Saya juga awalnya kaget, kok polisi bisa gini (menawarkan pekerjaan ke kaum disabilitas). Pak Iman bilang dia yakin setiap ada kekurangan, pasti ada kelebihan," kata Zaenuddin kepada detikcom, Jumat (13/5).

Zaenuddin adalah PHL multimedia yang bekerja sejak Februari lalu. Ada tujuh penyandang disabilitas, ada laki-laki dan ada perempuan, yang ditempatkan di Polres dan polsek-polsek kawasan Tangerang Selatan.

Kepala BPN Tangsel juga memberikan kesaksian. Bahkan, saking manusiawinya, dia memasang AC di kamar sel tahanan tersangka. Di matanya, AKBP Iman sangat memanusiakan manusia. Meski begitu, Iman tidak pernah membanggakan dirinya sendiri.

"Beliau itu orangnya tidak pernah mau memuji diri sendiri. Dia jawab, 'Ya saya kan cuma berpikir biasa-biasa saja'. Dia bilang, 'Biasa saja, supaya orang juga jangan kesannya gimana gitu kan dengan polisi'," ungkap Harison.


*) Acara ini adalah persembahan detikcom bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan didukung oleh R17 Group.


(fas/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT