ADVERTISEMENT

Polemik Naturalisasi Jordi Amat, Dede Yusuf Tunggu Penjelasan Kemenpora

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 08:01 WIB
Dede Yusuf
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf akan menunggu penjelasan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) soal naturalisasi Jordi Amat. Namun, Dede menyebut pemerintah dan PSSI harus mendahulukan pemain lokal terlebih dahulu.

"Kalau kita, posisi-nya mendahulukan pemain nasional dulu. Naturalisasi seolah-olah tidak percaya kepada pemain lokal. Kecuali, prestasi yang akan diambil-benar-benar luar biasa," kata Dede Yusuf, saat dihubungi, Kamis (30/1/2022).

Politikus Partai Demokrat itu menyebut Komisi X akan mengundang Kemenpora untuk memberi penjelasan soal naturalisasi Jordi Amat. Saat ini, Surat Presiden (Surpres) soal naturalisasi itu, telah diterima oleh DPR.

"Jadi kita saat ini menunggu paparan Kemenpora saja dulu," katanya.

Dede tidak tegas menolak proses naturalisasi seperti Ketua Komisi X Syaiful Huda. Namun, dia mengaku belum mendapat informasi utuh soal proses naturalisasi itu.

"Belum dapat info sejelasnya. Jadi belum bisa beri penilaian. Mungkin, Ketua Komisi lebih update dari saya soal ini. Tapi, nanti diputuskan tentunya dalam rapat kerja," katanya.


Naturalisasi Jordi Amat

Seperti diketahui, pesepakbola Jordi Amat tengah menjadi kontroversi. Di tengah proses naturalisasi, Jordi Amat bergabung dengan klub tajir Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Ketua Komisi Bidang Olahraga DPR, Syaiful Huda, menyuarakan pembatalan naturalisasi Jordi Amat.

Syaiful Huda, dalam unggahan di Instagram resminya, menyatakan setuju proses naturalisasi Jordi Amat dibatalkan. Dia meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tegas.

"Saya setuju naturalisasi Jordi Amat dibatalkan. Kita minta STY (Shin Tae-yong, red) dan Kemenpora bersikap Tegas," demikian bunyi unggahan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda seperti dilihat Kamis (30/6/2022). Dia menegaskan sikap kurang setuju dengan naturalisasi pemain sepakbola karena yakin Indonesia punya bakat-bakat terpendam.

Dimintai konfirmasi detikcom soal unggahannya yang belakangan menjadi ramai diperbincangkan, Syaiful Huda mengungkapkan kerisauan atas skema naturalisasi pemain sepakbola Indonesia. Huda mengaku tidak antinaturalisasi, tapi dia tak mau program ini berkepanjangan.

"Saya bukannya anti, tapi saya berdiri pada posisi bahwa semestinya naturalisasi ini semangatnya jangka pendek, bukan sesuatu yang ditempatkan jangka panjang," kata Huda.

Politikus PKB ini menilai banyak risiko jika Indonesia terus mengandalkan naturalisasi pemain, termasuk Jordi Amat. Peta pendidikan dini sepakbola, katanya, terancam jika naturalisasi ditempatkan sebagai program jangka panjang.

"Proses rekrutmen dini, pendidikan mereka, pelatihan, pembinaan dan seterusnya, itu risikonya. Karena itu lalu, saya menyebutnya karena semangatnya begitu lalu kita ini sering berposisi obral naturalisasi," kata dia.

Syaiful Huda menangkap fenomena aneh dalam proses naturalisasi Jordi Amat dan ini, katanya, dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

"Seremoni sudah dilakukan padahal proses administrasinya belum, juga belum proses politiknya," ujar Huda.

Naturalisasi Jordi Amat sendiri masih harus melewati proses politik. Permohonan naturalisasi Jordi Amat sudah masuk ke DPR RI hari ini, tertuang dalam Surat Presiden RI Nomor R26 tertanggal 17 Juni 2022.

Huda mengatakan nasib naturalisasi Jordi Amat masih akan ditentukan Komisi III DPR dan Komisi X DPR. Huda tetap dalam posisi menolak naturalisasi Jordi Amat, tapi dia mengakui sikapnya seorang diri tidak bisa menjadi keputusan DPR.

"Kita lihat proses politiknya, tidak bisa personal. (Keputusan naturalisasi) Secara kelembagaan dan melibatkan banyak pihak," ujar dia.

Simak juga 'Kata Shin Tae-yong Soal Jordi-Sandy Belum Bisa Bela Timnas':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT