ADVERTISEMENT

Ketua Komisi X DPR Suarakan Proses Naturalisasi Jordi Amat Dibatalkan

Gibran Maulana - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 13:48 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda memprediksi KBM tatap muka pertengahan 2021
Syaiful Huda PKB (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Jakarta -

Pesepakbola Jordi Amat tengah menjadi kontroversi. Di tengah proses naturalisasi, Jordi Amat bergabung dengan klub tajir Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Ketua Komisi Bidang Olahraga DPR, Syaiful Huda, menyuarakan pembatalan naturalisasi Jordi Amat.

Syaiful Huda, dalam unggahan di Instagram resminya, menyatakan setuju proses naturalisasi Jordi Amat dibatalkan. Dia meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tegas.

"Saya setuju naturalisasi Jordi Amat dibatalkan. Kita minta STY (Shin Tae-yong, red) dan Kemenpora bersikap Tegas," demikian bunyi unggahan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda seperti dilihat Kamis (30/6/2022). Dia menegaskan sikap kurang setuju dengan naturalisasi pemain sepakbola karena yakin Indonesia punya bakat-bakat terpendam.

Dimintai konfirmasi detikcom soal unggahannya yang belakangan menjadi ramai diperbincangkan, Syaiful Huda mengungkapkan kerisauan atas skema naturalisasi pemain sepakbola Indonesia. Huda mengaku tidak antinaturalisasi, tapi dia tak mau program ini berkepanjangan.

"Saya bukannya anti, tapi saya berdiri pada posisi bahwa semestinya naturalisasi ini semangatnya jangka pendek, bukan sesuatu yang ditempatkan jangka panjang," kata Huda.

Politikus PKB ini menilai banyak risiko jika Indonesia terus mengandalkan naturalisasi pemain, termasuk Jordi Amat. Peta pendidikan dini sepakbola, katanya, terancam jika naturalisasi ditempatkan sebagai program jangka panjang.

"Proses rekrutmen dini, pendidikan mereka, pelatihan, pembinaan dan seterusnya, itu risikonya. Karena itu lalu, saya menyebutnya karena semangatnya begitu lalu kita ini sering berposisi obral naturalisasi," kata dia.

Syaiful Huda menangkap fenomena aneh dalam proses naturalisasi Jordi Amat dan ini, katanya, dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

"Seremoni sudah dilakukan padahal proses administrasinya belum, juga belum proses politiknya," ujar Huda.

Naturalisasi Jordi Amat sendiri masih harus melewati proses politik. Permohonan naturalisasi Jordi Amat sudah masuk ke DPR RI hari ini, tertuang dalam Surat Presiden RI Nomor R26 tertanggal 17 Juni 2022.

Huda mengatakan nasib naturalisasi Jordi Amat masih akan ditentukan Komisi III DPR dan Komisi X DPR. Huda tetap dalam posisi menolak naturalisasi Jordi Amat, tapi dia mengakui sikapnya seorang diri tidak bisa menjadi keputusan DPR.

"Kita lihat proses politiknya, tidak bisa personal. (Keputusan naturalisasi) Secara kelembagaan dan melibatkan banyak pihak," ujar dia.

Huda mengaku Indonesia harus belajar dari heboh Jordi Amat. Dia menyebut Jordi Amat seharusnya bergabung ke Indonesia jika memang ingin mengenal sepakbola Asia, bukannya ke klub Malaysia. Kepindahan ke klub Malaysia inilah yang memicu polemik karena muncul persepsi Jordi Amat hanya memanfaatkan paspor Indonesia agar bisa didaftarkan sebagai pemain asing dari Asia/ASEAN.

"Kita harus berkaca dan belajar dari kasus Jordi Amat di mana ada ruang yang bisa saja termanfaatkan pihak tertentu dalam proses transisi ini sebelum (naturalisasi) ditetapkan. Itulah pentingnya terus dievaluasi sampai kemudian disetujui terkait agenda ini," kata Huda.

"Kalau mau kan ngapain di Malaysia, main aja di klub Indonesia sekalian kalau semangat dia ingin lebih dekat, lebih tahu terkait situasi bola di Asia. Saya kira itu akan lebih fair dan berlaku paspornya jelas untuk Indonesia," imbuhnya yang menyarankan Jordi main di Indonesia jika tetap mau mendapat paspor Indonesia.

Simak juga 'Proses Naturalisasi Jordi Amat & Sandy Walsh Rampung':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/zak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT