ADVERTISEMENT

Analisis Pakar soal Efek Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 05:53 WIB
Jokowi Bertemu Putin
Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Putin (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta -

Peneliti Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran (Unpad) Teuku Rezasyah menyampaikan analisis terkait efek Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Ukraina dan Rusia. Apakah misi damai yang dibawa Jokowi berhasil?

"Sekecil apa pun, potensi damai haruslah diusahakan. Apalagi oleh Indonesia, yang konstitusinya mensyaratkan itu," kata Teuku, saat dihubungi Kamis (30/6/2022).

Dia mengajak semua pihak untuk tidak pesimitis atas usaha yang dilakukan oleh Jokowi. Menurutnya, tindakan untuk mendamaikan dua negara yang sedang berkonflik perlu dilandasi keyakinan.

"Karena itu, perjalanan yang berat, panjang, dan membahayakan, harus dilalui secara penuh keyakinan," katanya.

Teuku menilai Indonesia harus menjadi bagian dari penyelesaian konflik. Menurut dia, Putin memang tidak bisa dipaksa tetapi upaya Indonesia bisa membuka mata dan hati Putin.

"Kita tak bisa memaksa Putin. Namun, kita bisa membuka mata dan hatinya, untuk menjadi bagian dari penyelesaian masalah," kata Teuku.

Menurut Teuku, Jokowi memiliki kemampuan karena bisa diterima di pihak Rusia maupun Ukraina.

"Di situlah hebatnya. Beliau berpikirnya dari luar kotak," katanya.

Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia

Presiden Jokowi telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atau Zelensky. Kunjungan Jokowi ke dua negara yang berkonflik itu untuk membawa misi damai.

Kunjungan pertama Jokowi bertemu dengan Zelenzky di Kyiv, setelah itu bertemu dengan Putin di Moskow. Pada pertemuan dengan Putin, Jokowi menyampaikan pesan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

"Isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Dalam konteks inilah, saya lakukan kunjungan ke Kyiv dan Moskow," kata Jokowi sesuai keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (30/6/2022).

Meski situasi saat ini masih sangat sulit, Jokowi mengatakan penyelesaian damai sangat penting untuk terus dikedepankan. Jokowi menyatakan siap untuk menjembatani komunikasi Putin dan Zelensky.

"Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut," ucap Jokowi.

Simak Video 'Saat Jokowi Jembatani Komunikasi Zelensky-Putin':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT