ADVERTISEMENT

Cerita Mencekam Satpam SMP di Bogor Disekap Rampok, Leher Ditempeli Golok

M Solihin - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 23:26 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kawanan perampok bersenjata golok menyatroni SMP Negeri 16 Kota Bogordua, Tanah Sareal, Kota Bogor. Para pelaku, yang berjumlah lima orang, sempat menyekap dua orang satpam dan petugas kebersihan.

Perampokan itu terjadi pada Rabu (29/6/2022), sekitar pukul 02.30 WIB. Salah satu satpam, Muhamad Dahlan (51), mengatakan perampokan tersebut terjadi saat ia dan rekannya yang bernama Ipin berada di ruang tengah sekolah.

Malam itu ia sedang bermain HP di kursi. Sedangkan rekannya Ipin tidur agar bisa beristirahat secara bergantian. Sementara petugas kebersihan bernama Maulana Mansyur tidur di ruangan yang berada di samping ruang tengah.

"Saya memang lagi tiduran, tapi nggak tidur, posisi saya miring menghadap ke kursi. Terus tiba-tiba kepala saya ditarik ke belakang, terus mulut saya langsung dilakban sama satu orang, nggak bisa apa-apa saya itu," ujar Dahlan ditemui di lokasi, Kamis (30/6).

Satpam Diikat dan Ditodong Golok

Tak sampai di situ, Dahlan mengaku para pelaku kemudian mengikat tangan dan kakinya. Seorang pelaku lainnya menempelkan golok di lehernya.

"Terus pelaku satu lagi pegang tangan saya ditarik ke belakang badan, terus diiket, terus satu pelaku lagi pegang kaki saya, diiket juga. Jadi ada tiga orang yang iket saya itu, nah satu orang lagi nempelin golok ke leher saya dari belakang," tambahnya.

Saat itu, Dahlan mengaku sangat panik. Ia pasrah dan tidak berani melawan. Apalagi salah satu pelaku yang menempelkan golok di lehernya mengancam akan membunuhnya.

"Wah pokoknya seremlah, saya juga ngeri. Saya juga sempet diancam, sambil golok ditempel di leher saya," kata Dahlan.

"Dia bilang, 'kalau sayang anak istri, jangan teriak', itu sambil nempelin golok ke saya. Ya saya juga kan sudah nggak bisa ngapa-ngapain lagi itu kan. Iya diancam,," tambahnya.


Baca kesaksian korban lainnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT