ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Proyek Tembok Antilongsor Cilebut Diperpanjang 50 Hari, Pekerja Ditambah

M Sholihin - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 12:27 WIB
Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) atau tembok antilongsor di Cilebut yang sempat ambrol diperpanjang 50 hari dan pekerja ditambah menjadi 32 orang. (M Sholihin/detikcom)
Foto: Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) atau tembok antilongsor di Cilebut yang sempat ambrol diperpanjang 50 hari dan pekerja ditambah menjadi 32 orang. (M Sholihin/detikcom)
Bogor -

Tembok penahan tanah (TPT) atau tembok antilongsor di Jalan Raya Cilebut Kota Bogor yang sempat ambrol sebelum rampung mulai dibangun kembali. Masa pembangunan diperpanjang hingga 50 hari ke depan dan pekerja ditambah menjadi 32 orang.

Pengelola Sumber Daya Air Ahli Muda dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air UPTD PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Jawa Barat, Yulianti Juhendah, mengatakan pihak pelaksana proyek sudah mengajukan perpanjangan waktu pembangunan TPT Cilebut sejak sehari pasca proyek TPT itu ambrol.

"Dari sejak kejadian (proyek TPT ambrol), penyedia sudah meminta perpanjangan waktu. Iya diizinkan, berdasarkan Perpres no. 12 tahun 2021 tentang perubahan Perpres no. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang Jasa. Dan peraturan LKPP no. 12 tahun 2021 mengenai Pemberian Kesempatan Perpanjangan Waktu dengan Denda," beber Yulianti, Kamis (30/6/2022).

Yulianti menyebut masa pembangunan tembok antilongsor di Jalan Raya Cilebut Kota Bogor diperpanjang hingga 50 hari ke depan. Untuk mempercepat proses pembangunan, kata Yulianti, pihak proyek juga menambah pekerja menjadi 32 orang.

"Diberi kesempatan perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan selama 50 hari. Untuk mengejar ketinggalan progress, Pekerja ditambah menjadi 32 orang," kata Yulianti.

Dalam kontrak, lanjut Yulianti, pembangunan TPT Jl. Raya Cilebut seharusnya selesai tanggal 2 Juli 2022.

Saat ini, kata Yulianti, proses tahapan pembangunan tembok antilongsor sudah kembali dilaksanakan. Para pekerja saat masih proses pembersihan material longsor dan mempersiapkan pembuatan pondasi.

"(Sekarang) masih pembersihan untuk penyiapan lokasi, target hari minggu sudah mulai mengerjakan kembali," terangnya.

Tembok Antilongsor Ambrol Saat Hampir Rampung

Seperti diketahui, tembok penahan tanah (TPT) di Jl. Raya Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor yang tengah dibangun justru longsor sebelum rampung pada Sabtu (18/6). Ironisnya, tembok antilongsor itu longsor ketika proyek progres pembangunan sudah mencapai 90 persen.

Proyek milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat itu menelan dana sebesar Rp 450 juta dari awal pengajuan Rp 1 miliar. TPT yang dibangun hanya sepanjang 18 meter dari pengajuan awal sepanjang 30 meter.

"Anggarannya terbatas. Pengajuan selalu kami ajukan, tapi anggaran yang turun tidak selalu seperti yang kami usulkan. Untuk titik yang sekarang dikerjakan pengajuan anggaran Rp 1 miliar, tapi yang cair hanya Rp 450 jutaan," kata Yulianti.

Simak juga 'Bima Arya Bicara soal Pencabutan Izin Kafe Elvis Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT