ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Misteri Penyebab Longsornya Tembok Antilongsor Rp 450 Juta di Cilebut

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 14:27 WIB
Tembok antilongsor malah longsor. (Muchamad Sholihin/Repro detikcom)
Tembok antilongsor longsor. (Muchamad Sholihin/Repro detikcom)
Bogor -

Tembok antilongsor yang hampir selesai dibangun di tebing pojok Kota Bogor ini justru longsor. Padahal pembangunan ini tidak murah, memakai anggaran ratusan juta. Apa ada yang salah dengan konstruksinya sehingga tembok bisa ambyar?

Pengelola Sumber Daya Air Ahli Muda dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air UPTD PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Jawa Barat, Yulianti Juhendah, memastikan konstruksi beton dari tembok itu sudah sesuai standar. Lalu apa penyebab longsornya tembok penahan tanah (TPT) itu?

"Untuk kejadian longsor di TPT Cilebut, kami belum bisa memastikan dengan jelas penyebabnya apa, karena mungkin banyak faktor penyebabnya," kata Yulianti kepada detikcom, Rabu (22/6/2022).

Dugaan awal, tembok itu longsor gara-gara hujan deras yang sering mengguyur Kota Hujan. Dia menjelaskan, tahun 2022 ini adalah 'tahun basah', musim kemarau diperkirakan hanya akan berlangsung dua bulan. Curah hujan relatif lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

"Sehingga tanah menjadi jenuh air dan mengakibatkan pergeseran," kata Yulianti.

Selain itu, tembok penahan tanah (TPT) ini menerima beban dari permukaan di atasnya. TPT ini ada di jurang pinggir Jl Raya Cilebut yang senantiasa ramai. Padahal tembok belum betul-betul selesai dibangun.

"Yang kedua, indikasi dari beban getaran lalu lintas yang mempengaruhi konstruksi TPT yang belum mencapai kekuatan optimum," kata Yulianti.

Tembok antilongsor Cilebut, Kabupaten Bogor, malah longsor. Ini kondisi 20 Juni 2022. (M Sholihin/detikcom)Tembok antilongsor Cilebut, Kabupaten Bogor, longsor. Kondisi 20 Juni 2022. (M Sholihin/detikcom)

Dia memastikan material semen dan besi tembok sudah sesuai standar. Namun evaluasi akan dilakukan agar tembok ini tidak ambrol lagi.

"Untuk penanganan selanjutnya, penyedia jasa akan memperbaiki karena memang masih tanggung jawab mereka, masih masa pelaksanaan," kata dia.

Pada 20 April lalu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Dicky Ahmad Sidik, menyatakan penganggaran TPT ini sebesar RP 600 juta. Namun pada perkembangan selanjutnya, anggaran yang dipakai untuk pembangunan tembok ini adalah Rp 450 juta. Pembangunan dimulai awal April lalu, ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Rencananya, tembok dibangun sepanjang 18 meter dengan tinggi 8 meter.

"Anggarannya terbatas. Pengajuan selalu kami ajukan, tapi anggaran yang turun tidak selalu seperti yang kami usulkan. Untuk titik yang sekarang dikerjakan, pengajuan anggaran Rp 1 milyar, tapi yang cair hanya Rp 450 jutaan. Dari panjang TPT yang diajukan 30 meter, disetujui hanya 18 meter," kata Yulianti saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Tembok antilongsor Cilebut, Kabupaten Bogor, malah longsor. Ini kondisi 20 Juni 2022. (M Sholihin/detikcom)Tembok antilongsor Cilebut, Kabupaten Bogor, longsor. Kondisi 20 Juni 2022. (M Sholihin/detikcom)

Namun, saat pembangunan hampir selesai, yakni saat progres mencapai 90 persen, tembok ini ambrol pada 18 Juni lalu. Di sisi lain, warga butuh aman dari bahaya longsor. detikcom Do Your Magic mengawal aspirasi warga untuk pembangunan tembok ini sejak 26 Januari 2021.

(dnu/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT