ADVERTISEMENT

detikcom do your magic

Proyek Tembok Antilongsor Cilebut Bogor yang Ambrol Kembali Dibangun

Muchamad Sholihin - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 17:41 WIB
Pekerja membangun ulang Tembok Penahan Tanah, atau tebing antilongsor di Jl Cilebut, Kota Bogor. Rabu (29/6/2022).
Pekerja membangun ulang tembok penahan tebing atau tebing antilongsor di Jl Cilebut, Kota Bogor. (Sholihin/detikcom)
Bogor -

Tembok antilongsor di Jl Cilebut, Kota Bogor, yang ambrol sebelum rampung kini mulai dibangun kembali. Pekerja mulai membuat fondasi untuk membangun kembali tembok penahan tebing (TPT).

Pantauan di lokasi pada Rabu (29/6/2022), tebing jurang di Jl Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang ambrol, masih ditutupi dua terpal berwarna biru. Sisa-sisa reruntuhan TPT yang ambrol sudah ditumpuk di bawah tebing. Batu dan semen yang sempat menutupi arus sungai Cipakancilan juga sudah digeser ke tepian.

Sementara itu, sejumlah orang tengah bekerja di bawah tebing, di antara reruntuhan TPT yang sempat ambrol. Pekerja menggali tanah yang akan dijadikan fondasi. Pekerja seperti mengulang proses pembangunan TPT di Jl Cilebut dari awal.

detikcom mencoba mengkonfirmasi kegiatan yang dilakukan para pekerja di lokasi pembangunan TPT Jl Cilebut. Namun para pekerja enggan berkomentar terkait pembangunan TPT Jl Cilebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, tembok antilongsor yang tengah dibangun di Jl Raya Cilebut ambrol. Material TPT yang hampir jadi itu kini menumpuk di dasar tebing dan menutup sebagian aliran sungai.

Kepala Seksi Irigasi UPTD Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Jawa Barat Yulianti Juhendah mengatakan longsor terjadi pada Sabtu (18/6/2022) siang. Tembok antilongsor itu ambrol ketika proyek pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Pihak PSDA kini masih berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk mengetahui penyebab ambrolnya tembok tersebut.

"Kejadiannya kemarin, jam 2-an ya, kondisi hujan sedikit informasinya, itu pun sebelum longsor. Itu kan sudah hampir jadi, terakhir kami monitor hari Jumat, eh besoknya (Sabtu, 18/6) longsor lagi," kata Yulianti saat dimintai konfirmasi Minggu (19/6).

"Kalau informasi terakhir itu kan sudah hampir 90 persen proses pembangunannya. Kita juga masih cari penyebabnya, karena itu kan sudah hampir jadi. Sore ini kita masih rapat, kita juga koordinasi sama pihak ketiga yang melaksanakan proyek. Kita perlu detailnya, kejadiannya seperti apa, dan penyebabnya kira-kira apa," tambahnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT