ADVERTISEMENT

Didik Rachbini Apresiasi Misi Damai Jokowi, Beri Catatan Ini

Gibran Maulana - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 09:38 WIB
Prof Dr Didik J. Rachbini ketika menyampaikan makalah utama Lembaga Pengkajian MPR
Foto: Didik J Rachbini (Dok MPR).
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Ukraina sebelum selanjutnya ke Rusia dalam rangka membawa misi perdamaian dunia. Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengapresiasi langkah Jokowi sembari memberi sejumlah catatan.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kamis (30/6/2022), Didik J Rachbini menyebut perang di era modern seperti yang terjadi di Ukraina amat membahayakan seluruh manusia di bumi. Efek dari perang ini yang membuat dunia menjadi was-was. Karenanya, langkah Jokowi dinilai sudah tepat dengan mencoba mendamaikan Rusia dan Ukraina.

"Citra dan kesan bahwa Jokowi 'inward looking' mulai pupus karena sering tidak pernah hadir dalam pertemuan-pertemuan internasional. Namun sekali berperan dalam misi perdamaian ini, maka sekarang sudah memainkan peran yang strategis bagi dunia," kata Didik Rachbini.

Didik menyebut peranan yang sedang dilaksanakan Jokowi sangat penting bagi Indonesia karena merupakan amanat UUD 1945. Didik mengaku terkejut dengan langkah Jokowi mengingat, katanya, risiko yang diambil sang kepala negara RI tidak main0main,

"Ini adalah permulaan yang sangat baik, cukup mengejutkan Jokowi mengambil keputusan ini, tentu dengan risiko bahaya yang tidak kecil, apalagi bersama Ibu Negara," katanya.

Jokowi sudah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina. Jokowi selanjutnya dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Misi Selanjutnya

Didik mengharapkan setelah Jokowi bertemu Putin, misi perdamaian tersebut perlu dilanjutkan dalam kunjungan ke negara-negara besar di dalam G-20. Indonesia memang tengah memegang Presidensi Group of Twenty (G20).

"Utamanya Cina, yang sekarang tetap menahan diri," kata Didik.

Didik menilai posisi presidensi Indonesia sangat strategis dan menguntungkan bagi Jokowi untuk berperan. Kelembagaan G-20, katanya, sangat penting dan mungkin lebih penting dari PBB.

"PBB sulit diharapkan berperan untuk mendamaikan perang Rusia Ukraina karena posisinya sudah berpihak," ujar Didik.

Didik menilai Indonesia layak tampil sebagai negara yang berpengaruh di dunia untuk menjalankan misi perdamaian ini. Sejarah peranan Indonesia di dalam diplomasi dan perdamaian, katanya, sudah dikenal dunia.

"Bung Karno adalah tokoh dunia yang sangat dikenal karena berdiri di tengah konflik ideologi dunia Barat dan Timur yang mengerikan. Zaman Soeharto juga banyak tampil diplomat-diplomat hebat yang mampu berperan mendamaikan. Konflik ideologi di Asia Tenggara dan Timur Tengah," kata Didik.

"Peranan Jokowi dalam hal ini sangat dihargai karena merupakan lompatan untuk Indonesia tampil kembali di gelanggang internasional, yang riskan konflik. Selamat berjuang Mr. President!" ujarnya.

Simak Video 'Melihat Kehancuran Akibat Perang Rusia-Ukraina, Presiden Jokowi: Sangat Menyedihkan!':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT