ADVERTISEMENT

HNW Kritik Menpora Izinkan Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20 di RI

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 18:52 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR

Ia menegaskan Indonesia berkewajiban melaksanakan perintah konstitusi yang sudah menjadi sikap dasar negara sebagaimana dipraktikkan oleh Bung Karno. Serta, politik luar negeri Indonesia yang ingin terlibat dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Berbicara tentang keadilan, maka dunia olahraga saat ini sedang menyaksikan ketidakadilan dan diskriminasi, yang dipertontonkan secara terbuka. Beberapa bulan ini olahragawan Rusia termasuk sepak bolanya diboikot dan diberi sanksi oleh FIFA dan UEFA karena invasi Rusia terhadap Ukraina. Sementara Israel dan tim sepak bolanya tidak diberi sanksi apa pun, padahal Israel sudah menyerang dan menduduki Palestina sejak berpuluh tahun yang lalu, bahkan tidak segan membunuh anak-anak, perempuan, petugas medis, dan jurnalis seperti Shireen Abu Akleh," ujarnya.

"Harusnya organisasi olahraga Indonesia ikut mengoreksi penjajahan dan mengampanyekan keadilan, tidak malah menyambut tim sepakbola Israel yang merupakan bagian dari rezim apartheid yang terus menyerang dan menjajah Palestina, termasuk melukai atlet-atlet sepak bolanya," tegas HNW.

Keterlibatan Klub dari Pemukiman Ilegal Israel

HNW juga mengungkap Timnas Israel telah melanggar hukum internasional, di mana Asosiasi Sepak Bola Israel yang membawahi timnas turut melibatkan klub-klub dari berbagai pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina di tepi barat. Padahal, sejak tahun 2016 Presiden Joko Widodo pada forum KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah menyerukan untuk memboikot seluruh produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan di tepi barat.

"Sebagaimana komitmen konstitusional Indonesia membela Palestina dalam menjunjung kemerdekaan dan ketertiban dunia, mestinya Kemenpora dan PSSI melanjutkan sikap konstitusional yang sudah diberikan contoh keteladanannya oleh Bung Karno, dan tidak malah memberi ruang dan membolehkan timnas Israel, negara penjajah, itu main di Indonesia," ungkapnya.

Terlebih, pelaksanaan Piala Dunia U-20 yang direncanakan pada 2023 bertepatan dengan bulan-bulan sensitif bagi bangsa Indonesia. Sebab, Indonesia sudah memasuki tahun politik menjelang Pemilu 2024.

Karena itu, HNW mengingatkan pentingnya menjauhkan Indonesia dari situasi tidak kondusif seperti membiarkan kehadiran Timnas Israel bermain di Indonesia. Hal ini, lanjutnya, dapat memunculkan kontroversi tajam yang bisa berpengaruh pada kelancaran dan kualitas Pileg dan Pilpres yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024.

Ia juga menambahkan kedatangan Timnas Israel sangat berpotensi menimbulkan kontroversi karena akibat dari banyaknya penolakan, serta lebih banyak mengundang mudharat ketimbang maslahatnya bagi Indonesia.

"Piala Dunia U-20 di tahun 2023, jelang Pemilu 2024, seharusnya menghadirkan suasana guyub dan kegembiraan untuk masyarakat Indonesia, bukan malah menghadirkan keresahan, kericuhan, dan kontroversi, yang bertentangan dengan semangat olahraga dan sportivitas. Seperti, membiarkan timnas Israel berlaga di Indonesia. Apalagi Israel adalah negara yang masih terus memperluas jajahannya atas Palestina bahkan sesudah Presiden Bung Karno menolak Timnas Indonesia bertanding dengan kesebelasan Israel dalam rangka penyisihan menuju Piala Dunia, pada tahun 1957 silam. Menpora dan Ketum PSSI harusnya meniru ketegasan dan kenegarawanan Bung Karno itu," pungkasnya.


(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT