ADVERTISEMENT

Bamsoet Apresiasi Keberanian Jokowi Bawa Misi Damai ke Rusia-Ukraina

Ahlu Dzikri - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 16:50 WIB
Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi keberanian Presiden RI Joko Widodo membawa misi perdamaian saat berkunjung Ukraina. Langkah ini menjadikan Jokowi sebagai kepala negara pertama dari Asia yang mengunjungi Ukraina setelah invasi Rusia (24/2) lalu.

Diketahui, untuk mencapai Ukraina ini, Jokowi menempuh perjalanan selama kurang lebih 11 jam menggunakan kereta api dari Polandia. Jokowi bakal bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Sebuah perjalanan luar biasa, menunjukkan besarnya kesungguhan hati Presiden Joko Widodo membawa misi perdamaian. Sekaligus menjalankan amanat konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan sebagai pemimpin G-20, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RIJoko Widodo punya peran strategis untuk meredakan ketegangan yang terjadi antara kedua negara. Langkah Jokowi mengunjungi Ukraina dan Rusia disebutnya telah merawat tradisi para pemimpin Indonesia yang selalu concern dalam menjaga perdamaian dunia.

"Indonesia telah memiliki pengalaman panjang sejak era Presiden Soekarno dalam mewujudkan perdamaian dunia. Salah satunya melalui Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang menghasilkan Gerakan Non Blok guna menentang berbagai tindakan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, apartheid, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan pada tahun 1995, Presiden Soeharto juga pernah mengunjungi Bosnia-Herzegovina untuk mendamaikan kondisi disana yang saat itu berada dalam situasi gemuruh perang. Bahkan Presiden Megawati, dipercaya oleh pemerintah Korea Selatan menjadi tokoh penting dunia yang mampu membawa perdamaian antara Korea Selatan dengan Korea Utara.

"Kini melalui Presiden Joko Widodo, kita berharap Indonesia bisa berperan besar mendamaikan ketegangan antara Rusia dengan Ukraina. Tidak hanya demi rakyat di kedua negara tersebut, melainkan juga demi rakyat dunia yang juga terkena imbas dari konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina," jelasnya.

"Mengingat kedepannya, pasca pandemi COVID-19, dunia menghadapi tantangan yang sangat berat, baik pada ketahanan pangan, ketahanan energi, maupun stabilitas keuangan. Untuk mengatasinya, perlu kerja sama dari berbagai negara dunia untuk saling bergandengan tangan, bukan justru saling berseberangan," pungkasnya.

Diketahui, Jokowi rencananya akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kiev. Setelah itu, ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia. Kunjungan tersebut dilakukan setelah Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Jerman.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT