ADVERTISEMENT

ABG Putri Korban Penganiayaan di Bogor dan Pelaku Jalani Trauma Healing

Muchamad Sholihin - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 16:47 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi (Fuad Hashim/detikcom)
Bogor -

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor akan memberikan konseling dan trauma healing terhadap ABG putri yang menjadi korban penganiayaan di sekitar Taman Sempur, Kota Bogor. Konseling juga akan diberikan kepada para pelaku.

"Kalau dari P2TP2A sendiri segera melakukan konselingnya, khususnya untuk korban diberi trauma healing-nya dan termasuk untuk para pelaku. Kita akan cek secara psikologi, setelah itu akan kita tentukan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap korban dan pelaku. Sampai saat ini kita masih dalam proses penggalian lagi (terhadap kondisi psikologis korban dan pelaku)," ujar pendamping UPTD PPA Kota Bogor Aldie Wijaya, Rabu (29/6/2022).

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto menambahkan kondisi korban sampai saat ini masih mengalami trauma akibat penganiayaan atau perundungan yang dilakukan pelaku. Ia menyebut kondisi mental korban akan segera dipulihkan.

"Korban ini harus kita pulihkan bagaimana kondisi kejiwaannya. Karena kalau melihat dari kondisi pascakejadian kemarin, korban tidak berani langsung melaporkan karena berdasarkan informasi korbannya masih trauma. Yang penting saat ini adalah fokus pada korban, terhadap masalah kejiwaannya. Karena ketika pemeriksaan kemarin juga kami melihat ada sedikit tekanan mental ya," terang Dhoni.

"Makanya tadi kami sudah berkoordinasi dengan P2TP2A untuk melakukan proses edukasi ataupun melakukan proses penelitian terkait psikologi mereka," tambahnya.

5 Remaja Putri Ditangkap

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap lima remaja putri yang terlibat dalam kasus penganiayaan seorang ABG putri di kawasan Taman Sempur, Kota Bogor. Aksi penganiayaan tersebut terekam dan viral di media sosial.

Dari hasil penyelidikan terungkap, korban dan pelaku merupakan satu grup tongkrongan bernama Al Empang Pusat. Dalam aksinya, salah satu pelaku berinisial DS sempat menampar, menendang kepala, dan menyeret korban.

"Kami telah amankan sebanyak lima orang, pertama SL (17), dia putus sekolah; JR (12), pelajar kelas VIII; DS (14), putus sekolah; CC (14), baru tamat SMP; dan TT, pelajar kelas IX warga Pasirjaya (Kota Bogor)," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro ketika menggelar jumpa pers, Rabu (29/6/2022).

Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun polisi tidak melakukan penahanan mengingat para pelaku masih di bawah umur dan, berdasarkan pertimbangan penyidik, para pelaku masih kooperatif selama penyidikan.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT