ADVERTISEMENT

Anis Matta: Polarisasi Dikapitalisasi Parpol Berideologi Kuat

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 16:22 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta
Anis Matta (Lakam 20detik)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta berbicara tentang polarisasi politik yang terjadi akibat politik identitas. Anis Matta menyebut isu polarisasi di masyarakat memang sengaja dikapitalisasi oleh partai-partai politik yang memiliki ideologi kuat.

Awalnya Anis Matta bicara terkait dampak yang bisa diakibatkan oleh adanya polarisasi. Dia menyebut polarisasi bisa berdampak langsung dengan disintegrasi, terlebih pada kondisi krisis saat ini.

"Kita baru memasuki suatu masa pembelajaran demokrasi yang relatif tidak terlalu lama, apabila kita masukkan isu masalah polarisasi ke dalam krisis global sekarang, terutama krisis ekonomi, kita punya suatu masalah yang lebih eksistensial, yaitu ancaman disintegrasi, walau sekarang mungkin levelnya belum terlihat sampai ancaman disintegrasi secara langsung," kata Anis Matta dalam diskusi soal polarisasi seperti disiarkan YouTube GeloraTV, Rabu (29/6/2022).

Anis Matta berbicara polarisasi yang, katanya, memang sengaja dimunculkan di tengah masyarakat. Dia mengaku paham isu polarisasi ini sesungguhnya baik bagi beberapa partai politik dalam jangka pendek.

"Saya sebagai politisi memahami betul bahwa isu polarisasi ini baik bagi partai politik dalam jangka pendek," katanya.

Anis Matta menyampaikan isu polarisasi sangat bagus untuk dikapitalisasi oleh partai-partai politik. Terlebih, kata dia, parpol yang punya basis ideologi kuat.

"Sangat bagus untuk dikapitalisasi oleh partai-partai politik, terutama yang punya basis identitas ideologi yang kuat," ujarnya.

Anis Matta tidak menjelaskan lebih lanjut parpol apa yang memang sengaja memanfaatkan isu polarisasi tersebut. Namun dia menegaskan polarisasi di masyarakat bisa berdampak pada eksistensi Indonesia.

"Tapi dalam jangka menengah dan jangka panjang ini akan jadi suatu tantangan yang bersifat eksistensial bagi kita sebagai bangsa," ujarnya.

(maa/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT