ADVERTISEMENT

KPK Periksa Eks Mendagri Gamawan Fauzi Terkait Kasus e-KTP

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 11:26 WIB
KPK memeriksa mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Kampus IPDN.
Eks Mendagri Gamawan Fauzi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Gamawan akan diperiksa dan dimintai konfirmasi soal pengadaan paket penerapan e-KTP tersangka Paulus Tannos.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK akan memeriksa Gamawan hari ini, Rabu (29/6). Dia menyebutkan pemeriksaan dilakukan di kantor KPK.

"Hari ini (29/6) TPK pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (KTP Elektronik) untuk tersangka PLS," ujar Ali kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, atas nama Gamawan Fauzi Mantan Menteri Dalam Negeri RI," sambungnya.

Diketahui, Tannos merupakan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, yang dalam akta perjanjian konsorsium, disebutkan perusahaan itu bertanggung jawab atas pekerjaan pembuatan, personalisasi, dan distribusi blangko e-KTP.

Tannos diketahui menjadi tersangka kasus e-KTP sejak 2019. Kini Paulus Tannos adalah buron KPK.

Tannos merupakan 1 dari 4 tersangka baru yang dijerat KPK kala itu. Tiga tersangka lainnya adalah Miryam S Haryani, Isnu Edhi Wijaya, dan Husni Fahmi. Isnu dan Husni baru saja diadili akhir-akhir ini.

Dalam kasus ini, Tannos berperan sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI yang mengerjakan proyek e-KTP. Dalam Akta perjanjian konsorsium disebutkan perusahaan itu bertanggung jawab atas pekerjaan pembuatan, personalisasi, dan distribusi blangko e-KTP.

Dari catatan detikcom, Tannos pernah pula diperiksa KPK pada Mei 2018. Saat itu Tannos diperiksa KPK di Singapura. Pada 18 Mei 2017, Tannos juga memberi kesaksian di persidangan e-KTP melalui telekonferensi karena sedang berada di Singapura.

Simak juga 'Eks Dirut PNRI Didakwa Korupsi Pengadaan e-KTP':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT