ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Detik-detik Tandon Air Proyek LRT di Rasuna Said Jebol

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 22:35 WIB
Jakarta -

Sebuah tandon air proyek LRT di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, jebol. Polisi mengungkap detik-detik jebolnya tanggul tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Metro Setibudi Kompol Suparmin menerangkan tandon tersebut jebol pukul 16.25 WIB sore tadi. Kala itu Jl Rasuna Said sedang ramai dilintasi warga.

"Jamnya sekitar 16.25 WIB. Iya (lagi padat kendaraan)," ujar Suparmin saat dihubungi, Selasa (28/6/2022).

Suparmin menyebut saat itu di sekitar lokasi sedang ada proses pengerjaan LRT. Tandon yang berisi air tersebut diduga pecah lalu tumpah dan membuat warga yang sedang melintas terhempas.

"Kalau di luar proyek ada aktivitas, kalau tandon kan memang isinya air kan, jebol, pecah, tandon pecah. Pas begitu orang melintas kan kaget air ditumpahin kan dari tandon segede gitu kan orang juga mental kan," ungkap Suparmin.

Dirinya mengatakan tumpahan air tandon itu menimpa 2 orang pekerja proyek. Tumpahan air itu juga menimpa sebuah mobil dan tiga orang pengemudi sepeda motor.

"Yang melintas itu tiga, yang dua pekerja proyek. Ada korban juga gapapa luka dikit aja. Selamat nggak ada luka-luka yang di dalam mobil. 1 mobil 3 motor," papar Suparmin.

Lebih lanjut, Suparmin menjelaskan situasi di sekitar lokasi kejadian sudah kondusif. Pihaknya sudah melakukan evakuasi air yang tumpah ke jalan.

"Untuk situasi sudah kondusif sudah dievakuasi dan jalan sudah kembali normal," tutur Suparmin.

Penyebab Tandon Jebol Diselidiki

Seperti diketahui, tandon air proyek LRT di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, dilaporkan jebol. Polisi kini sedang menyelidiki lebih lanjut terkait penyebab jebolnya tandon tersebut.

"Ini kan kita masih selidiki, ini kan proyek baru. Sedang selidiki dugaan kelalaiannya sampai bisa jebol," ucap Kanit Reskrim Polsek Setiabudi AKP Suparmin, Selasa (28/6/2022).

Sementara itu, Camat Setiabudi Iswahyudin menyebut tandon itu jebol lantaran terlalu banyak menampung air. "Kemungkinan volume air besar," kata Iswahyudin.

(rak/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT