ADVERTISEMENT

Korban Dugaan Pemerkosaan WN China Surati Kapolda Metro Jaya

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 15:13 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan seksual (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Wanita inisial L (30) selaku korban dugaan pemerkosaan warga negara China inisial K menyambangi Polda Metro Jaya siang ini. Korban didampingi pengacaranya menyerahkan surat kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Pengacara korban, Prabowo Febrianto, mengatakan tindakan ini dilakukan setelah pihaknya merasa penanganan kasus kliennya oleh Polda Metro Jaya terkesan lamban.

"Urgensinya di sini lamanya kasus ini, sudah tiga bulan. Bukti-bukti sudah kita lengkapi, sudah kita lakukan prosedur seperti yang diminta penyidik. Tapi sampai hari ini hanya kata-kata. Kita belum terima SP2HP lanjutan dan SPDP terlapor ini gimana," kata Prabowo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Tindakan pemerkosaan yang menimpa korban terjadi pada Juni 2020. Korban kemudian memberanikan diri untuk melaporkan kasus itu pada April 2022.

Menurut Prabowo, hingga kini pihaknya tidak mendapatkan kejelasan terkait kelanjutan penanganan kasus kliennya. Dia khawatir terduga pelaku bisa melarikan diri jika tidak ada kejelasan penanganan dari polisi.

"Karena kita takut nanti mereka ini, apalagi WNA, sudah lari, tahu-tahu sudah di China, kan lebih susah lagi nanti," katanya.

Prabowo mengatakan surat yang dilayangkan pihaknya siang ini telah diterima perwakilan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Dia berharap Irjen Fadil bisa memberikan atensi kasus itu hingga pelaku bisa segera ditetapkan tersangka dan ditangkap.

"Harapan korban sangat berharap Kapolda bisa memberikan atensi yang lebih atau menanggapi jalannya kasus ini dengan cepat, transparan, dan kalau bisa nunggu apa lagi (penetapan tersangka)," terang Prabowo.


Kasus Telah Naik ke Penyidikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan sebelumnya mengungkap perkembangan kasus perkosaan yang diduga dilakukan WN China inisial K terhadap perempuan di Jakarta Utara inisial L (30). Kasus itu kini telah naik ke tingkat penyidikan.

"Hasil gelar perkaranya bisa saya sampaikan bahwa disimpulkan kasus ini dinaikkan kasusnya dan diproses penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/6).

Korban mengaku tindakan perkosaan yang dilakukan warga negara China itu terjadi pada Juni 2020. Pada April 2022, korban baru memberanikan diri melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

Zulpan mengatakan terduga pelaku tidak bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung. Dua kali panggilan polisi tidak dipenuhi warga negara China tersebut.

"Penyidik sudah memanggil dua kali terhadap terlapor. Namun, dalam dua kali pemanggilan, terlapor tidak datang tanpa keterangan yang diketahui oleh penyidik," katanya.

Setelah kasus dinaikkan menjadi penyidikan, pelaku warga negara China tersebut berpotensi menjadi tersangka. Namun Zulpan menyebut pihaknya masih menunggu proses penyidikan sebelum penetapan tersangka.

"Naik sidik (penyidikan) dulu. Kalau naik sidik kan sudah pasti ada tersangka," katanya.

Simak juga Video: Aksi Bejat Ayah Perkosa Anak Kandung 6 Kali Hingga Hamil di Garut

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT