ADVERTISEMENT

Kasus WNI Diduga Diperkosa WN China di Jakut Naik Penyidikan!

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 09:36 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kasus pemerkosaan yang dilaporkan wanita di Jakarta Utara berinisial L (30) dengan terduga pelaku warga negara China berinisial K memasuki babak baru. Kasus itu telah dinyatakan naik ke tingkat penyidikan.

"Hasil gelar perkaranya bisa saya sampaikan bahwa disimpulkan kasus ini dinaikkan kasusnya dan diproses penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

Korban mengaku tindakan pemerkosaan yang dilakukan warga negara China itu terjadi pada Juni 2020. Pada April 2022, korban baru memberanikan diri melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

Zulpan mengatakan terduga pelaku tidak bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung. Dua kali panggilan polisi tidak dipenuhi warga negara China tersebut.

"Penyidik sudah memanggil dua kali terhadap terlapor namun dalam dua kali pemanggilan terlapor tidak datang tanpa keterangan yang diketahui oleh penyidik," katanya.

Setelah kasus dinaikkan menjadi penyidikan, pelaku warga negara China tersebut berpotensi menjadi tersangka. Namun, Zulpan menyebut pihaknya masih menunggu proses penyidikan sebelum penetapan tersangka.

"Naik sidik (penyidikan) dulu. Kalau naik sidik kan udah pasti ada tersangka," katanya.

Korban Diperkosa WN China

L diduga menjadi korban pemerkosaan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pria WN China berinisial K. Peristiwa itu terjadi pada Juli 2020. Korban dan terduga pelaku mengaku kenal melalui media sosial selama empat bulan.

"Yang kita laporkan warga negara asal China yang sedang kerja di perusahaan telekomunikasi. Kenapa bisa terjadi (pemerkosaan dan kekerasan) mungkin korban terlalu percaya pada orang, terlalu menyepelekan, sehingga tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini," kata pengacara L, Prabowo Febrianto, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/6).

Prabowo mengatakan peristiwa itu berawal saat korban dan pelaku hendak pergi mencari makan. Namun pelaku berdalih situasi COVID-19 yang tengah tinggi saat itu, korban diminta datang makan di apartemennya.

Saat di apartemen pelaku di daerah Jakarta Barat itu, tindakan pemerkosaan dan kekerasan kepada korban terjadi. Prabowo menyebut kliennya bahkan menderita luka akibat kekerasan pelaku.

"Jadi pertama korban diduga mengalami kekerasan atau dipaksa bersetubuh sehingga korban mengalami luka robek di bagian kewanitaan yang menimbulkan trauma. Divisum juga ada beberapa luka fisik," beber Prabowo.

Simak Video 'Detik-detik WN China di Jakbar Ditusuk Rekannya Gegara Asmara':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT