ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Gelar Ujian Advokat 2022, Peradi Gratiskan Penyintas Covid-19

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 08:52 WIB
Ujian calon advokat
Ujian calon advokat Peradi (dok.ist)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menggelar Ujian Profesi Advokat (PUPA) 2022. Panitia menggratiskan ujian bagi peserta ujian yang harusnya digelar Februari 2022 dan tidak bisa mengikuti ujian karena terpapar Covid-19.

"Ujian Profesi Advokat (UPA) kali ini hanya diadakan di satu kota ujian sedangkan yang lalu di 51 kota seluruh Indonesia," kata Ketua Panitia Ujian Profesi Advokat (Ketua PUPA) R Dwiyanto Prihartono kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Ujian itu digelar pada Sabtu (25/6) kemarin. Sebab, untuk berprofesi menjadi seorang advokat, maka calon advokat harus terlebih dahulu lulus ujian profesi advokat yang diselenggarakan oleh organisasi advokat. Ujian tersebut merupakan ujian yang khusus hanya diadakan di DKI Jakarta. Kekhususan ini berkaitan dengan adanya peserta-peserta yang tidak dapat mengikuti ujian pada jadwal UPA di bulan Februari yang lalu akibat situasi pandemi Covid-19.

"Kami memberikan kesempatan untuk ikuti ujian pada hari ini tanpa dikenakan biaya lagi, jumlah peserta yang ikut 139. Selain itu ada juga peserta yang baru yang mendaftar sebanyak 1.190, sehingga total keseluruhannya ada 1.329 peserta," ujar R Dwiyanto Prihartono.

Peserta yang mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh Peradi di bawah kepemimpinan ketua umum Prof Dr Otto Hasibuan itu, ternyata tidak hanya dari wilayah Jabodetabek tapi juga dari luar Pulau Jawa. Bahkan ada yang dari Sorong dan Manokwari yang mengikuti ujian di Jakarta.

"Hal ini tidak kami duga karena animo pendaftar yang bersemangat mendaftar untuk ikuti ujian di Jakarta, padahal untuk peserta yang dari luar Jabodetabek tentu ada ekstra biaya yang harus mereka keluarkan terkait transportasi dan akomodasi, ini suatu bukti nyata Peradi diakui sebagai organisasi yang profesional dan kredibel," kata R Dwiyanto Prihartono yang juga menjabat selaku Ketua Harian DPN Peradi.

R Dwiyanto Prihartono menambahkan bila Peradi sebagai pengemban UU Advokat No 18 tahun 2003 melaksanakan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Khususnya dalam menyediakan para advokat yang memiliki kompetensi dalam berprofesi. Peradi sebagai organisasi penyelenggara dipercaya masyarakat sebagai organisasi profesi yang profesional dengan melaksanakan ujian profesi advokat secara murni terbukti telah banyak melahirkan advokat-advokat yang berkualitas dan terhormat.

"Hal ini karena Peradi selalu menerapkan standar kelulusan yang tinggi sehingga hanya para calon advokat yang benar benar teruji yang dapat menyandang predikat advokat Peradi. Dengan demikian nantinya ketika masyarakat menggunakan jasa para advokat Peradi, masyarakat diharapkan mendapat pelayanan dari advokat yang kompeten dan berkualitas," terang R Dwiyanto Prihartono.

Peradi juga telah memiliki alat kelengkapan Komisi Pengawas Advokat dan Dewan kehormatan yang bertugas dalam rangka menjalankan pengawasan dan menegakkan kode etik advokat.

"Komisi dan Dewan ini menerima pengaduan/laporan apabila ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum advokat ketika sedang menggunakan jasa pelayanan hukum," papar R Dwiyanto Prihartono.

Simak video 'Apakah Indonesia Sudah Masuk Gelombang Keempat Covid-19?':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/asp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT