ADVERTISEMENT

Ketua Organisasi Advokat Ini Digugat Rp 10 Miliar, Soal Apa?

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 15:45 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Gedung PN Jakpus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua organisasi advokat Kongres Advokat Indonesia (KAI) Erman Umar digugat oleh mantan rekan sesama advokat, Henri Kusuma ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Nilainya gugatan mencapai Rp 10 miliar.

Sebagaimana dikutip detikcom dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Rabu (8/6/2022), gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 306/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst. Duduk sebagai tergugat:

1. Erman Umar
2. Zeesha Fatma Defaga
3. Prasetyo dan Guffi Andriyan

Dan turut tergugat KAI.

Dalam gugatannya, penggugat menyatakan Erman Umar dkk telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait penanganan seorang klien. Henri menggugat Erman Umar sebesar Rp 10 miliar dan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta setiap harinya apabila lalai memenuhi putusan.

Lalu bagaimana kasusnya?

Kasus bermula saat Erman Umar dan Henri menangani klien pada 2021. Namun belakangan terjadi selisih paham sehingga kasus berujung ke gugatan.

Dalam gugatan itu, penggugat menyebut bahwa Erman Umar dan timnya dianggap melakukan penghasutan kepada seorang klien. Akibatnya klien itu mencabut kuasa kepada Henri.

"Hal ini yang menyebabkan kliennya Henri mengirimkan surat pencabutan kuasa kepada dirinya," kata kuasa Henri, Abdurahman dari ARJ Law Office.

Menanggapi gugatan itu, Erman Umar menyatakan hal itu hak setiap warga negara untuk menggugat. Namun, sesuai dengan aturan, seharusnya dilakukan secara bertahap.

"Kalau saya dikatakan merebut klien, laporin dulu soal pelanggaran kode etiknya," kata Erman saat dihubungi terpisah.

Selebihnya, Erman akan menjawab semua materi gugatan di persidangan.

"Kalau saya dikatakan menghasut, di mana menghasutnya? Kalau soal Rp 10 miliar, kan harus diuraikan apa saja," kata Erman Umar lagi.

(asp/zak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT