ADVERTISEMENT

Ragam Reaksi Usai Paloh Usul Duet Pemersatu Bangsa ke Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 06:22 WIB
Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-4 Partai NasDem di Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/11).
Surya Paloh dan Jokowi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh mengusulkan duet pemersatu bangsa yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdiskusi. Partai di parlemen memberi ragam reaksi atas usulan duet pemersatu bangsa ini.

Kala tanya jawab dengan wartawan usai pertemuan bersama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (23/6), Surya Paloh mengakui sangat menaruh perhatian terhadap isu polarisasi.

"Amat sangat," kata Surya Paloh menegaskan dirinya amat menaruh perhatian terhadap isu polarisasi.

Surya Paloh mengapresiasi munculnya usulan duet seperti Anies Baswedan-Puan maharani, Ganjar Pranowo-Anies Baswedan, hingga Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar. Surya Paloh mengaku dirinya tidak punya kepentingan apa pun di Pilpres 2024 selain ingin polarisasi hilang.

"Saya bilang, itulah yang impian kita bersama. Polarisasi itu hilang, kita mempersatukan. Itu saya niatkan dan saya tidak punya subjektivitas. Untuk apa? Kan saya bukan kandidat. Kalian tahu itu," kata Surya Paloh.

Surya Paloh pun ditanya apakah salah satu komposisi duet capres-cawapres tersebut datang darinya. Surya Paloh mengakui hal itu.

"Saya? Itu saya akui iya. Jadi apa yang bisa saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran, apa yang saya pahami yang insyaallah barangkali itu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa ini. Saya pikir itu yang saya prioritaskan," ujar Surya Paloh.

Waketum NasDem Ahmad Ali menjelaskan skema duet pemersatu Pilpres 2024 dimunculkan Surya Paloh saat berdiskusi dengan Jokowi. Ahmad Ali mengungkapkan duet pemersatu yang dimaksud ialah Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

"Artinya, pikiran Pak Surya bahwa hari ini ada figur yang menonjol, yang kita kira, kalau kita mau objektif menilainya bahwa ada Anies dan ada Ganjar," kata Ali kepada wartawan, Jumat (24/6).

Ali juga menjelaskan alasan Surya Paloh memilih Anies dan Ganjar. Menurut dia, Anies dan Ganjar punya ceruk massa berbeda, yang diharapkan bisa mencegah polarisasi.

"Tentunya, kalau kita kualifikasi keduanya, ada pemilih Ganjar nasionalis, pemilih Anies kelompok Islam katakanlah, seperti itu," ujar Ali.

"Sehingga tentunya, kalau dua figur ini dipersatukan, ini akan paling tidak meminimalisir munculnya polarisasi pada pemilihan presiden yang akan datang," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Respons Anies soal 'Duet Pemersatu Bangsa' Usulan Surya Paloh

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT