ADVERTISEMENT

NasDem Bicara Anies-Ganjar soal Duet Pemersatu Bangsa, PD Sodorkan AHY

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 09:36 WIB
Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron. Ketua Umum Partai Demokrat AHY untuk berpesan dan meminta jalankan mesin partai dari tingkat DPD, DPC, PAC dan Anak Ranting.
Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron (Foto: dok. Partai Demokrat)
Jakarta -

NasDem bicara sosok Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait duet pemersatu bangsa seperti usul Surya Paloh saat berdiskusi dengan Presiden Jokowi. Partai Demokrat menilai duet pemersatu bangsa itu belum tentu bisa menghindari polarisasi saat Pilpres 2024.

"Terkait dengan nama-nama calon yang dimunculkan Pak Surya (Paloh) belum tentu dapat menghindari polarisasi selama kontestasinya hanya dua calon, karena pemilih akan terbelah dua," ujar Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron, kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Herman menyarankan presidential threshold (PT) 20 persen dihapus agar polarisasi bisa dihindari. Dia mengatakan penghapusan PT bisa memunculkan banyak pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.

"Untuk menghilangkan polarisasi itu dengan menghapus PT 20 persen atau PT lebih kecil agar lebih banyak calon mengikuti kontestasi pilpres dan dengan sendirinya pemilih tidak akan terbelah," ujar Herman.

Lalu, siapa sosok yang bisa menjadi bagian dari duet pemersatu bangsa 2024 versi Demokrat?

"Saya menyebut nama Mas AHY, karena terbukti selama 10 tahun Pak SBY menjadi presiden, situasi sosial dan keamanan terjaga dengan baik," jawabnya.

Usulan Surya Paloh

Surya Paloh sebelumnya mengakui dirinya mengusulkan skema duet capres-cawapres ke Jokowi. Paloh ingin pemimpin bangsa ke depan bisa menghilangkan polarisasi.

Dalam tanya jawab dengan wartawan usai pertemuan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (23/6), Surya Paloh mengakui sangat menaruh perhatian terhadap isu polarisasi.

"Amat sangat," kata Surya Paloh menegaskan dirinya amat menaruh perhatian terhadap isu polarisasi.

Surya Paloh mengapresiasi munculnya usulan duet seperti Anies Baswedan-Puan maharani, Ganjar Pranowo-Anies Baswedan, hingga Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar. Surya Paloh mengaku dirinya tidak punya kepentingan apa pun di Pilpres 2024 selain ingin polarisasi hilang.

Surya Paloh pun ditanya apakah salah satu komposisi duet capres-cawapres tersebut datang darinya. Surya Paloh mengakui hal itu.

"Saya? Itu saya akui iya. Jadi apa yang bisa saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran, apa yang saya pahami yang insyaallah barangkali itu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa ini. Saya pikir itu yang saya prioritaskan," ujar Surya Paloh.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Saksikan Video 'Pertemuan Tak Sengaja AHY-Ganjar Usai Salat Jumat di Masjid Jaksel':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT