ADVERTISEMENT

Warga di Leuwiliang Minta Pemkab Bogor Percepat Bangun Akses Jalan

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 14:38 WIB
lokasi dua RT terisolir di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Lokasi 2 RT terisolasi di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. (Rizky/detikcom)
Bogor -

Akses jalan dua RT di Kampung Tanjung Sari, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terputus karena banjir bandang dan tanah longsor. Warga meminta agar akses jalan segera dibangun.

"Yang penting yang diutamain jalan aja, harapan dari masyarakat, ingin dipercepat akses pembuatan jalan, terutama buat apa buat sekolah, aktivitas, dan usaha. Karena ini kan jalur ujung nggak ada jalan lagi," kata Ketua RT 01 RW 12, Adi Rohadi, kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

Aktivitas ekonomi warga juga terganggu akibat akses jalan terputus. Sebagian warga juga masih mengalami trauma akibat bencana tersebut.

"Sangat terganggu, aktivitas aja lumpuh total gitu, jadi masyarakat belum bisa aktivitas sekarang ini, karena masih trauma atas kejadian musibah ini," ungkapnya.

Bantuan untuk warga juga mulai berdatangan dari relawan dan komunitas. Kini, warga masih menunggu akses jalan kembali dibangun agar bisa beraktivitas dengan lancar.

Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Imbasnya, dua RT di Desa Purasari terisolasi hingga saat ini akibat akses jalan terputus.

"Awalnya rencana ke daerah Muara, dan ternyata ada kabar lagi di daerah Tanjung Sari, Desa Purasari ada daerah yang terisolir. Ada 95 KK yang terisolir, terputus jembatan akses menuju ke lokasi," kata Koordinator Disaster Unit Jabar Quick Respons Syehabudin di Desa Purasari, Jumat (24/6).

Akses menuju dua RT tersebut lumpuh total. Kebutuhan pangan warga diperkirakan hanya cukup untuk dua hari ke depan.

"Jadi ada beberapa warga yang memang secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan itu lumpuh total. Cuma untuk kebutuhan dasar terutama sembako masih ter-cover selama dua hari ke depan. Karena rata-rata masyarakat itu masih bercocok tanam di sawah," bebernya.

Diketahui, lokasi yang terisolasi ada di RT 01 dan RT 02, RW 12, Kampung Tanjung Sari. Sebagian warga di sana masih ada yang memaksa menyeberang sungai tanpa jembatan.

Simak juga 'Polisi Tidur 20 Baris di Tangerang Bikin Jengkel, Berakhir Dibongkar':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT